JawaPos Radar

Aroma Karsa Terbit, Pencarian Bunga Sakti yang Tersembunyi Dimulai

14/03/2018, 18:24 WIB | Editor: Novianti Setuningsih
Dewi Lestari
Penulis Buku Dee Lestari saat louching buku "Aroma Karsa" di Daerah Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (14/3/2018). (Issak Ramadhan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Berawal dari sebuah lontar kuno, Raras Prayagung mengetahui bahwa Puspa Karsa yang dikenalnya sebagai dongeng, ternyata adalah sebuah tanaman sungguhan yang tersembunyi di tempat rahasia.

Raras kemudian terobsesi untuk memburu Puspa Karsa, sebuah bunga sakti yang konon mampu mengendalikan kehendak dan hanya bisa diidentifikasi melalui aroma.

Pencarian tersebut kemudian mempertemukannya dengan Jati Wesi, seorang yang memiliki penciuman luar biasa. Dibesarkan di TPA Bantar Gebang, dia dijuluki si hidung tikus. Berbagai perjalanan dilakoninya, tapi yang paling dia banggakan adalah meracik parfum.

Kemampuan Jati memikat Raras yang kemudian mengundangnya masuk ke dalam kehidupan pribadinya. Di sana, Jati bertemu dengan Tanaya Suma, anak tunggal Raras yang ternyata memiliki kemampuan yang sama dengannya.

Semakin jauh terlibat dengan keluarga Prayagung dan Puspa Karsa semakin banyak misteri yang terungkap tentang dirinya dan masa lalu yang tak pernah dia tahu.

Akankah misteri yang menyelimuti Jati Wesi terungkap? Apa hubungannya dengan keluarga Prayagung? Dan benarkah Puspa Warsa ada di suatu tempat? Seperti apa rasanya membaui aroma yang tak ingin diketahui?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut dirangkum apik oleh Dewi Lestari dalam sebuah novel berjudul Aroma Karsa. Novel bergenre Science-Fiction tersebut merupakan buku ke-12 sekaligus karya pertamanya yang disajikan dalam dua versi, cetak dan digital.

"Kalau versi digital sudah terjaring 2.000 pembaca. Sebelum sampai ke toko buku, Aroma Karsa sudah diterima dengan sangat baik. Versi cetaknya nanti 16 Maret 2018," ungkap perempuan yang akrab disapa Dee ini saat launching novel Aroma Karsa, Rabu (14/3), di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Bahkan, menurut pihak editor dari Bentang Pustaka, pre-order Aroma Karsa berlangsung sukses dengan penjualan 10.000 eksemplar sebelum dijual di toko buku konvensional.

"Aroma Karsa lebih dulu terbit sebagai cerita digital bersambung oleh penerbit bookslife sejak 18 Januari dan berakhir pada 15 Maret. Untuk sesi pre-order sukses dengan laku 10.000 eksemplar sebelum masuk ke toko buku. Dalam proses editing sendiri, tak ada naskah yang dibuang, bahkan ditambah," jelas Dewi, perwakilan editor dari Bentang Pustaka.

Novel Aroma Karsa versi cetak dijual seharga Rp 125.000 dengan tebal 700 halaman dan dapat diperoleh di toko buku mulai 16 Maret mendatang.

(yln/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up