Sehari Bersama Joko Anwar, Rumah Tempat Recharge Energi

12/05/2018, 13:35 WIB | Editor: Novianti Setuningsih
Sutradara Joko Anwar saat ditemui di kediamannya di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. (DERY RIDWANSAH/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Hari masih pagi saat Joko Anwar menyambut JawaPos.com di kediamannya di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Suasana di kluster perumahan tempatnya tinggal sangat tenang dan asri meski tak jauh dari jalan tol Jakarta-Serpong.

Joko menyambut kami dengan setelan hitam, warna favoritnya. Bahkan, ketika kami diperlihatkan isi lemarinya yang dibentuk menyerupai brankas besi besar, isi lemarinya didominasi warna pakaian hitam dan putih meski ada beberapa pakaian berwarna biru dongker.

Ternyata, pencipta karakter ibu ini terbiasa bangun pagi. Saat itu, pukul 08.00 WIB dan dia telah rapi siap untuk berangkat ke kantornya di kawasan Antasari, Selatan Jakarta. Hidup sendiri, membuat Joko melakukan segala sesuatu sendiri. Biasanya, bangun tidur Joko akan menyiapkan sarapan untuk dirinya di dapur minimalis yang berada di dekat pintu menuju taman.

"Kalau pagi bangun tidur biasanya saya beres-beres, bikin sarapan sendiri," kata sutradara Pengabdi Setan tersebut.

Joko Anwar nenunjukkan isi lemari yang didominasi warna hitam dan putih. (DERY RIDWANSAH/JawaPos.com)

Joko mengaku tidak rutin berolahraga. Namun, dalam seminggu pasti dia senpatkan berolah raga renang atau gym di fasilitas kluster perumahannya.

"Kalau mau olah raga tinggal nyebrang tuh deket banget di depan rumah, nge-gym sih biasanya, kadang renang sama tetangga-tetangga," lanjutnya.

Rumah Joko Anwar bisa dibilang asri dengan beberapa pohon kamboja di taman dan kolam ikan di pinggir rumah. Ada beberapa ikan koi yang rutin dia beri pakan.

Dinding kaca membuat pandangan Joko langsung tertuju pada taman hijau dengan aneka tanaman dan perdu yang merambat di tembok taman. Dua kursi kecil dia taruh di pojokkan. Sementara, sisi kiri taman adalah ruang kerja yang Joko buat secara terpisah dari rumah.

"Ini ruang kerjaku, sengaja kupisah dari rumah, biar lebih private," ungkapnya.

Ruang kerja sang sutradara ternyata berada di luar rumah dan dipisahkan oleh taman. (DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)

Ruang kerja berukuran 3x2 meter tersebut pun di desain minimalis seperti rumahnya. Hanya ada satu pc komputer, satu amazon echo, dan sofa tempat dia dan editor biasa ketiduran.

"Ini rumah aku rombak sendiri interiornya, hampir 100 persen dibongkar dari desain semula. Kubentuk minimalis industrial karena simpel aja. Sengaja banyak elemen kayu, hijau-hijauan, kolam ikan dengan suara air mancurnya, biar rileks," jelas sutradara Janji Joni tersebut.

Lantai di rumah Joko pun dibiarkan unfinished. Plester semen tanpa ubin. aksesoris barang antik menjadi penghias segala sudut.

"Aku kalau jalan-jalan sekalian hunting barang antik, itu koper dari semarang, kaca dari surabaya, dulu koleksi speakers antik juga, radio-radio lama, ini tinggal beberapa aja, sebagian udah dibuangin, penuh," katanya.

Bukan tanpa alasan rumah Joko dibuat senyaman mungkin sesuai seleranya. Bagi Joko yang jarang liburan, rumah menjadi tempatnya me-recharge energi.

"Rumah itu tempat yang paling membuat rileks, suka pengen buru-buru pulang ya karena rumah begini. Aku jarang pergi liburan, kalau liburan di rumah aja denger suara air, lihat hijau-hijauan, jadi inspiratif," tukasnya.

Ruang tempat ide Joko Anwar mengalir. Ternyata, cukup minimalis desainnya. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Joko amat mencintai rumahnya. Diakuinya terdapat 3 spot favorit dari rumah berlantai dua tersebut.

"Aku paling suka ruang kerjaku, karena itu di sudut taman, misah dari rumah dan biasa kerja di sana. Kedua, black box cinema, ruang kecil berdinding hitam tempat aku biasa nonton dvd dan film-film, sama tempat tidurku di lantai dua," paparnya.

Untuk diketahui, Joko juga memiliki televisi di ruang tidurnya di lantai dua. Terdapat ruang santai di samping kamar tidurnya. Di dindingnya, terdapat beberapa poster film favorit Joko Anwar. Di antaranya, War of the Worlds 1953 dan Fifth Element.

"Ini beberapa poster film, aku suka film-film H.G Wells," jelasnya singkat.

Di ruang tengah lantai dua, terdapat koleksi piringan hitam dan kaset lama yang dia susun rapi di lemari. Juga rak buku yang terdiri dari berbagai genre.

(yln/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi