JawaPos Radar | Iklan Jitu

Ikuti Indonesia Menari, Marsha Aruan Merinding

11 November 2018, 14:57:25 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Marsha Aruna
Marsha Aruan (Issak Ramadhan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Ribuan penari mengikuti gelaran akbar Indonesia Menari 2018 yang diadakan Bakti Budaya Djarum Foundatin di The Park Solo, Minggu (11/11). Sajian ini menghadirkan dua ikon tari yakni Rafael (Smash) dan Marsha Aruan. Keduanya ditunjuk menjadi salah satu instruktur tari yang diikuti oleh lebih dari 1000 orang tersebut. 

Para penari yang mengikuti Indonesia Menari tidak hanya dari Solo. Mereka datang dari berbagai daerah. Seperti dari Jogjakarta, Kudus, Boyolali, Palembang dan juga Malang. Para peserta Indonesia menari juga menampilkan kostum-kostum andalan mereka. Para peserta juga berkesempatan untuk memenangkan hadiah puluhan juta rupiah.

Marsha Aruan mengaku sempat terkejut dan merinding melihat besarnya antusiasme para remaja mengikuti Indonesia Menari. Dirinya tidak menyangka, masih banyak remaja bahkan anak-anak yang tertarik untuk ikut menyemarakkan kegiatan yang serempak dihelat di empat Kota di Indonesia yakni di Jakarta, Bandung, Semarang dan Solo tersebut.

Indonesia Menari
INDONESIA MENARI: Ribuan peserta mengikuti gelaran Indonesia Menari di The Park Mall Solo Baru, Minggu (11/11). (Ari Purnomo/JawaPos.com)

"Iya sempat grogi juga saat melihat peserta yang sangat banyak, merinding juga tadi melihatnya," terang Marsha kepada JawaPos.com usai menari.

Lebih lanjut Marsha mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi minat dari para remaja dan anak-anak. Di saat sekarang ternyata masih banyak yang tertarik untuk melestarikan budaya Indonesia. "Ternyata masih banyak remaja yang mencintai budaya menari," katanya.

Ditanya soal persiapan menari, Marsha mengatakan, tidak butuh waktu lama. Persiapan yang dilakukan hanya sehari lebih satu jam saja. Sama halnya dengan Rafael. Pentolan dari boyband Smash itu mengaku tidak mendapati kesulitan untuk berlatih tarian yang menggabungkan empat lagu daerah seperti Soleram (Riau), Ampar ampar Pisang (Kalimantan Selata), Cublak-cublak Suweng (Jawa Tengah) dan Yamko Rambe Yamk (Papua). 

"Kalau saya memang basicnya penari, tapi modern dance juga tidak menemui kesulitan dalam berlatih," ucapnya. Rafael pun berpesan agar, para remaja generasi penerus untuk ikut melestarikan budaya yang ada di Indonesia. Dengan begitu, maka budaya Indonesia akan bisa dikenal luas di dunia.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up