JawaPos Radar

Angst, Ketika Peristiwa Sampit Dituangkan ke atas Kanvas

09/11/2018, 06:20 WIB | Editor: Novianti Setuningsih
Angst, Ketika Peristiwa Sampit Dituangkan ke atas Kanvas
Suvi Wahyudianto menjelaskan karyanya yang diberi judul 'Angst'. Ternyata menarasikan peristiwa Sampit. (Aginta Kerina/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Peduli dengan perkembangan seni rupa di tanah air, PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia) menggelar kompetisi 2018 UOB Painting of the Year. Dari dua kategori, profesional dan pendatang baru, akhirnya terpilih dua pemenang tingkat regional Asia Tenggara.

Untuk kategori profesional diraih seniman asal Madura, Suvi Wahyudianto. Sedangkan, kategori pendatang baru dimenangkan oleh Seno Wahyu Sampurno. Keduanya, berhasil mengalahkan ribuan karya seniman dari Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Menggunakan material resin, plastik, enamel, Suvi membuat karya bertema Angst. Dia memadukan semua material pada plat alumunium berukuran 100x150 cm, sehingga seakan berbentuk daging merah. Karyanya menarasikan tragedi pengalaman personal dan ingatan sosial atas konflik yang melibatkan sentimen primordial.

Pemenang UOB Painting of the Year Tuang Peristiwa Sampit ke Kanvas
Pemenang pendatang baru (emerging) UOB Painting of the Year, Seno Wahyu Sampurno dengan karyanya bertemakan intropeksi diri. (Aginta Kerina/JawaPos.com)

"Karya ini berbicara tentang bagaimana saya sebagai orang Madura, pernah mengalami suatu konflik tahun 2001, yaitu peristiwa sampit. Memori itu adalah memori yang terus ada sampai dengan sekarang, dan terbawa melihat luka daging begitu. Saya teringat kembali apa yang dialami saya dan etnis saya," ujar Suvi saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (8/11).

Sementara itu, Seno Wahyu Sampurno sebagai pemenang  pendatang baru (emerging), menghasilkan karya bertema intropeksi diri. Menggunakan material kertas, spidol dan semir sepatu, semua momen dari sebuah perenungan dituangkan di atas kanvas berukuran 170 x 200 cm.

"Momen-momen itu saya catat dalam bentuk gambar, dari waktu ke waktu. Melahirkan karya yang terdiri atas klose 288 panel. Tiap panel mewakili suatu proses perenungan yang saya harapkan ibarat padi, semakin tua semakin berisi," jelas Seno.

Penasaran dengan hasil karya keduanya, silahkan kunjungi Galeri Nasional. Sebab, karya pemenang UOB Painting of The Year akan dipamerkan di Galeri Nasional.

(agi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up