JawaPos Radar

Motivasi Srikandi Bandung Taklukan 7 Puncak Tertinggi di Dunia

07/07/2018, 08:10 WIB | Editor: Novianti Setuningsih
Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari
Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari saat menceritakan kisahnya mendaki 7 puncak tertinggi di dunia pada JawaPos.com. (DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)
Share this

JawaPos.com - Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari adalah srikandi asal Bandung yang tergabung dalam tim The Women of Indonesia's Seven Summits Expedition (WISSEMU). Dua mahasiswi dari Universitas Parahyangan (Unpar) tersebut memulai pendakian pada awal Maret dan akhirnya tiba di puncak tertinggi Everest dan mengibarkan bendera Merah Putih di sana pada akhir Mei.

Kepulangannya ke Indonesia pada awal Juni pun disambut Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrowi. Haru bercampur bangga menyelimuti perasaan keduanya. Tak menyangka, motivasi mereka mewujud nyata.

"Bersyukur banget rasanya, motivasinya (seven summit) karena memang suka aja sama gunung. Kalau di luar ruangan tuh bikin badan enak dan rasa-rasa bahagia muncul," kata Fransiska Dimitri kepada JawaPos.com saat wawancara khusus, belum lama ini.

Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari
Hilda dan Dede di Puncak Denali (6.190 mdpl). (Istimewa for JawaPos.com)

Meskipun bukan hobi umum perempuan, nyatanya mereka mampu melakukan hobi yang jarang dikuasai kaum hawa itu. Adaptasi cuaca di pegunungan pun menjadi keseruan tersendiri dalam tiap perjalanannya.

"Memang naik gunung itu berat, lo bawa barang lo sendiri, kepanasan, kehujanan, dan ya itu yang seru! Lagian kita juga nggak sendirian. Kita barengan sama teman-teman. Nanti sampai tempat camp bareng, bikin api, masak bareng, lo bisa ngetawain diri lo sendiri, ketawa bareng," lanjut gadis yang akrab disapa Dede ini.

Meski tubuh dan pikiran lelah, faktanya mereka akan bahagia. Mathilda pun menambahkan, bahwa mendaki gunung adalah cara berkenalan dengan diri sendiri dan alam sekitar.

"Itu sih yang bisa bikin kita kenal diri sendiri, kenal temen sendiri, dan bisa nikmati alam dan syukuri nikmat dari Tuhan," ungkap gadis yang akrab disapa Hilda.

Prinsipnya adalah apapun yang dilakukan atas dasar cinta, pada dasarnya takkan pernah terasa lelah.

Selain itu, Hilda mengungkapkan bahwa dia ingin mengikuti jejak para pendahulunya yang juga mampu melakukannya. Ditambah lagi, ada kesempatan. Oleh karena itu, mengibarkan bendera Merah-Putih menjadi sebuah kebanggaan yang tak terlupakan seumur hidup.

(yln/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up