Mendaki 7 Puncak Tertinggi Dunia

Dramatis, Harus Relakan Sahabat di Gunung Ke-4

07/07/2018, 11:00 WIB | Editor: Novianti Setuningsih
Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari harus merelakan sahabatnya di gunung ke-4. (DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)
Share this

JawaPos.com - Dua Srikandi Indonesia, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari terpaksa merelakan sahabatnya di gunung keempat dari misi pendakian tujuh gunung tertinggi di dunia atau akrab disebut seven summits. Pasalnya, sahabat yang bernama Dian Indah Carolina harus mundur karena sakit.

"Pengalaman buruk saat perjalanan di puncak keempat (Aconcagua), di mana Dian Indah Carlonia sakit. Itu jadi tamparan buat kita banget. Karena berarti ada sesuatu yang kurang kita siapin dengan baik kan, sampai dia harus dievakuasi karena nggak sadarkan diri. Bahkan, mungkin nggak bisa diselamatkan," kata Hilda pada JawaPos.com di Gelora Bung Karno, Jakarta, belum lama ini.

Pada mulanya, tim ekspedisi Seven Summits terdiri atas empat perempuan. Di antaranya, Zulfika (Fika), Dian Indah Carolina (Caro), Fransiska Dimitri Inkiriwang (Dede), dan Mathilda Dwi Lestari (Hilda). Namun, seleksi alam membuat Vika dan Caro gugur menyisakan Dede dan Hilda.

Hilda dan Dede saat menceritakan pengalamannya mendaki 7 puncak tertinggi di dunia pada JawaPos.com. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

"Jadi karena kami masih muda, masih panjang karirnya di kampus, kami terpilih berempat waktu itu (setelah melalui proses seleksi). Tapi setelah gunung pertama di Cartenz, Fika ada musibah, ayahnya meninggal. Jadi, dia harus lulus cepat. Kemudian, kami jalan bertiga sampai gunung keempat. Akhirnya Caro sakit, dia nggak bisa sampai puncak karena sakitnya cukup parah karena ketinggian," papar Hilda.

Di gunung keempat, Aconcagua, Chili-Argentina, mereka pun memutuskan meninggalkan Caro. Kejadian itu pun sempat menjadi momen galau ambil keputusan. Akhirnya, daripada menyusahkan dan memperburuk keadaan, Caro terpaksa ubah haluan.

"Dramatis banget dah pokoknya waktu itu. Berat banget rasanya. Pas udah mau muncak itu kondisi Caro kesehatannya makin turun. Akhirnya, dia harus puter balik. Terus, pas kita berdua udah mau sampe puncak, ya sedih gitu. Kita selama ini latihannya bertiga, jalannya bertiga gitu," lanjutnya.

Namun, pengalaman di Aconcagua (6.962 Mdpl) itu menjadi hal paling berkesan meski buruk. Hal tersebut menjadi pembelajaran ke depannya.

"Itu buruk tapi jadi belajar kita, jadi berkesan banget," pungkas Hilda disertai anggukan Dede.

(ce1/yln/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi