Kecelakaan Vanessa Diduga Overspeed, Ngantuk, Tak Pakai Seat Belt

5 November 2021, 12:51:50 WIB

JawaPos.com – Kecelakaan melibatkan artis ibu kota Vanessa Angel terjadi di Km 672.400/A tol Jombang–Mojokerto (Jomo) kemarin (4/11). Vanessa dan suaminya, Febri Andriansyah, tewas di lokasi kejadian. Anak, sopir, dan babysitter selamat meski harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Kecelakaan tragis itu terjadi pada pukul 12.30. Lokasinya di area sekitar 1 kilometer masuk tol Jomo.

’’Kecelakaan tunggal, mobil dengan lima penumpang,’’ terang Kepala Departemen Busdev and Relation PT Astra Infra Toll Road Jombang–Mojokerto Udi Dwi Saputro kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin.

Kelima penumpang adalah Vanessa dan sang suami; Tubagus Muhammad Joddy Pramas Setya (sopir), 24; Gala Sky, anak Vanessa yang usinya belum genap 16 bulan; serta Siska Lorensa, 21, babysitter. Mereka naik mobil Mitsubishi Pajero nopol B 1264 BJU dari Jakarta menuju Surabaya.

Udi menyatakan, kecelakaan bermula saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi. ’’Dugaannya memang overspeed. Artinya, lebih dari 100 kilometer per jam,’’ katanya. Padahal, kecepatan maksimal di tol hanya 100 kilometer per jam.

Sesampai di kilometer 572.400/A masuk Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, mobil sang artis tiba-tiba hilang kendali. Mobil menabrak pembatas beton di pinggir jalan tol.

”Mobil sempat terpental dan mengalami kerusakan parah di bagian kiri. Dua penumpang (Vanessa Angel) dan (Febri Andriansyah) MD (meninggal dunia). Tiga lainnya selamat dan dirawat,” jelasnya.

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho menyatakan, kecelakaan diduga disebabkan faktor human error. Sebab, berdasar hasil olah TKP, tidak ada faktor penghambat yang bisa menjadi pemicu kecelakaan. Baik kondisi kendaraan, jalan, maupun cuaca. ”Kejadiannya bukan di jalur rawan laka, jalannya lebar, kondisi jalan juga bagus, cuaca juga bagus waktu itu,” terangnya.

Kemarin sore seluruh korban dan kendaraan dievakuasi dari lokasi kejadian. Jenazah Vanessa dan suaminya dibawa ke RS Polri Bhayangkara Surabaya untuk divisum. Kendaraan yang ditumpangi Vanessa juga sudah diamankan di Mako Satlantas Polres Jombang. ”Anak dan pengemudi dirawat di RSUD Kertosono. Siska, si babysitter, dirawat di RS Al Aziz Jombang. Dua korban terluka ringan, satu mengalami luka benturan ringan di kepala,” ungkapnya.

Penyebab Kecelakaan

Ada beberapa faktor yang diduga menjadi pemicu kecelakaan maut tersebut. Selain overspeed (kecepatan terlalu tinggi) dan sopir mengantuk, beberapa penumpang tidak memakai sabuk pengaman. Itulah yang diungkapkan Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho kepada sejumlah awak media kemarin sore.

Hal tersebut bisa dianalisis dari kondisi kerusakan kendaraan yang cukup parah, khususnya pada bagian kiri. Kaca jendela pecah. Bodi mobil ringsek. ”Kecepatan melebihi batas, dilihat dari kerusakan kendaraan. Airbag juga sudah mengembang, tetapi korban tidak tertolong,” katanya.

Dalam kecepatan tinggi itu, si sopir terkesan memaksakan diri berkendara. Agung menyatakan bahwa dugaan human error sangat beralasan. ”Hasil olah TKP, tidak ada bekas rem. Kesimpulan awal, pengemudi lelah dan mengantuk sehingga menabrak guardrail pembatas jalan sebelah kiri,” jelas dia.

Dalam olah tempat kejadian perkara, polisi menggambarkan posisi tempat duduk setiap korban. Tubagus sebagai sopir duduk di belakang kemudi. Febri Andriansyah yang biasa disapa Bibi duduk di kursi samping sopir. Vanessa duduk di bangku tengah sebelah kiri, tepat di belakang suaminya. Si babysitter dan anak Vanessa duduk di sebelah kanan.

Dalam kecelakaan tersebut, tubuh Vanessa terlempar ke luar mobil setelah mengalami benturan. Dia ditemukan tewas dalam posisi kepala berdarah dan tertelungkup di atas jalan tol. ”Saat kami ke TKP, memang ada satu korban di luar kendaraan,” ujar Kapolres. Karena itu, pihaknya menduga beberapa penumpang mobil tidak memakai sabuk pengaman.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim Kombespol Latif Usman juga menuturkan bahwa penyebab kecelakaan tunggal itu adalah human error. Sopir diduga tidak fokus berkendara karena kelelahan. Sebab, pihaknya mendapat informasi bahwa kendaraan berangkat dari Jakarta menuju Surabaya. Vanessa, kata dia, terlempar keluar mobil karena mobil berbalik arah ketika terpelanting.

Latif menuturkan, pihaknya untuk sementara belum banyak menggali keterangan dari penumpang yang selamat. Sebab, mereka masih harus menjalani perawatan. ’’Kami juga berikan bantuan psikologis ke driver, kalau sudah tenang nanti diperiksa,” ujarnya. Disinggung kemungkinan sopir ditetapkan sebagai tersangka, dia memilih jawaban diplomatis. Latif mengatakan, peluang itu tidak tertutup. Namun, keputusannya bergantung pada gelar perkara setelah memeriksa para saksi.

Dari pantauan di RS Bhayangkara Surabaya, jenazah Vanessa dan Bibi datang sekitar pukul 14.00 dengan dua ambulans berbeda. Ambulans langsung berhenti di gedung forensik yang terletak di sisi belakang rumah sakit. Beberapa kerabat terlihat mendatangi gedung itu. Di antaranya, Reni Setyawati, tante Vanessa. Dia bergegas masuk ke gedung yang mendapat penjagaan ketat petugas tanpa memberikan komentar.

Milano Lubis, mantan pengacara Vanessa, juga terlihat datang. Dia menyebut kehadirannya bersama kerabat Vanessa yang lain untuk mengurus pemulangan jenazah. ’’Hari ini juga dibawa ke Jakarta,” ungkapnya.

Milano mengatakan, jenazah akan dibawa lewat jalur darat. ’’Dimakamkan besok pagi,” sambungnya. Jenazah Vanessa dan Bibi dibawa keluar gedung forensik pukul 18.00. Ambulans yang membawanya bertolak keluar rumah sakit setengah jam berselang.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : riz/bin/tau/idr/c14/c7/oni

Saksikan video menarik berikut ini:


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads