JawaPos Radar | Iklan Jitu

NH.Dini Novelis Kenamaan yang Menolak Disebut Sastrawan

04 Desember 2018, 20:44:44 WIB
NH.Dini Tutup Usia, Novelis Feminis yang Menolak Disebut Sastrawan
Kenangan NH.Dini, novelis dengan banyak karya sastra tetapi menolak disebut sastrawan. Almarhum lebih nyaman disebut pengarang. (jurnalsunardian/jpnn)
Share this

JawaPos.com - Novelis Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin atau karib dengan nama pena Nh Dini meninggal dunia sore tadi, Selasa (4/12) karena kecelakaan. NH. Dini diketahui merupakan sastrawan yang terkenal dengan karya-karya sastranya yang feminis.

NH.Dini merupakan sastrawan asal Semarang yang lahir pada Februari 1936. Sejumlah novel pun telah dilahirkannya dan mendapat sejumlah penghargaan.

Dua Dunia merupakan karya pertamanya pada 1956. Novel berupa kumpulan cerpen yang berisi 7 cerita pendek ini kemudian pada 2002 diterbitkan ulang cetakan ke-3 oleh Grasindo, Jakarta.

NH.Dini Tutup Usia, Novelis Feminis yang Menolak Disebut Sastrawan
Nurhayati Srihardini Siti Nukatin atau yang lebih dikenal dengan nama pena N.H. Dini, tutup usia karena kecelakaan lalu lintas, Selasa (4/12). (Adityo Dwi/Radar Semarang/Jawa Pos Group)

Karya-karya NH.Dini sejak awal penulisannya identik dengan suara perempuan. Pengarang asal Semarang itu juga kerap menyuarakan kemarahan kepada kaum laki-laki. Terlepas dari apa pendapat orang lain, dia mengatakan bahwa dia akan marah bila mendapati ketidakadilan khususnya ketidakadilan gender yang sering kali merugikan kaum perempuan.

Dalam karyanya yang berjudul Dari Parangakik ke Kamboja (2003), dia mengangkat kisah tentang bagaimana perilaku seorang suami terhadap isterinya. Oleh karenanya, dia dikenal pengarang sastra feminis.

NH.Dini sendiri tidak ingin diakui sebagai sastrawan. Dia mengaku hanyalah seorang pengarang yang menuangkan realita kehidupan, pengalaman pribadi dan kepekaan terhadap lingkungan ke dalam setiap tulisannya.

Sayangnya, peraih penghargaan SEA Write Award di bidang sastra dari Pemerintah Thailand ini sudah telanjur dicap sebagai sastrawan di Indonesia. Terbukti, puluhan karya terlahir darir tangannya.

Beberapa karya Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin yang dikenal dengan nama NH Dini, ini yang terkenal, di antaranya Pada Sebuah Kapal (1972), La Barka (1975) atau Namaku Hiroko (1977), Orang-orang Tran (1983), Pertemuan Dua Hati (1986), Hati yang Damai (1998), belum termasuk karya-karyanya dalam bentuk kumpulan cerpen atau novel.

Terbaru, NH. Dini mendapatkan Lifetime Achievement Award Ubud Writers & Readers Festival 2017 (UWRF) dalam malam Gala Opening UWRF di Puri Saren Ubud, Bali, pada 25 Oktober 2017.

Sebelumnya, prestasi yang dia peroleh antara lain Hadiah Seni untuk Sastra dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1989), Bhakti Upapradana Bidang sastra dari Pemerintah daerah Jawa Tengah (1991), SEA Write Award dari pemerintah Thailand (2003), Hadiah Francophonie (2008), dan Achmad Bakrie Award bidang Sastra (2011).

Bagi N.H. Dini, perempuan haruslah kuat. Seperti yang tercatat dalam kutipan salah satu novelnya, dia mengungkapkan bahwa 'Kesedihan tidak untuk dipampangkan kepada semua orang. Itu adalah sesuatu yang seharusnya diimpit–diindit, diselinapkan di balik lapisan penutup. Karena kesedihan adalah hal yang sangat pribadi, seperti rahasia, harus disembunyikan dari pandang orang lain'.

Sebagai informasi, anak NH.Dini, Pierre Coffin adalah yang bertanggung jawab atas karakter Minion di Despicable Me. Terlahir dengan nama Pierre-Louis Padang Coffin pada 1 November 1967, di Prancis.

Pierre lahir dari ayah seorang diplomat Prancis, yaitu Yves Coffin yang menikah pada 1960 dengan NH.Dini. Tetapi, kemudian keduanya bercerai pada tahun 1984. Setelah itu, NH.Dini memutuskan untuk kembali ke Indonesia.

Editor           : Novianti Setuningsih
Reporter      : (yln/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up