Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Agustus 2024 | 00.26 WIB

Meriahnya Parade Kostum di Kala Hujan dalam World Kids Carnival Jember Fashion Carnaval 2024 

MERIAH: Para model defile fairy di sesi World Kids Carnival Jember Fashion Carnaval 2024. Warna cerah menjadi salah satu ciri defile-defile tersebut. (Foto: YULIO/RADAR JEMBER)

JawaPos.com – Hujan dan udara dingin tak menyurutkan kemeriahan hari pertama Jember Fashion Carnaval (JFC) 2024 Jumat (2/8) siang lalu. Parade fashion tahunan itu diawali dengan pawai World Kids Carnival. Sesuai namanya, para model anak-anak berjalan menyusuri ruas Jalan Sultan Agung hingga ruas Jalan Gajah Mada, Jember. Aneka kostum menyertai tingkah polah dan gaya mereka. Mereka tetap bergaya dan tersenyum di bawah guyuran hujan.

Tahun ini, JFC mengusung tema Algorithm. Ada 10 defile atau subtema kostum yang diangkat dalam tema besar Algorithm. Yakni wayang, chess (catur), betta fish (ikan cupang), zodiac, Versailles, fairy (peri), media, Rio Carnival, climate change, dan Jember.

Beberapa defile tampak terpotret di sesi World Kids Carnival. Dalam defile wayang, para model cilik tampil ningrat sekaligus atraktif dengan kostum-kostum yang terinspirasi tokoh pewayangan. Ada motif gunungan, kain batik, aksesori metalik atau berwarna metalik, hingga mahkota yang sering dipakai tokoh cerita wayang. Palet warna ungu dan emas memberikan tampilan royal sekaligus gaya bangsawan.

Beberapa defile tampak meriah bak karnaval itu sendiri. Misalnya defile Rio Carnival yang terinspirasi festival dan perayaan di Rio de Janeiro, Brasil. Aksen floral dan warna-warni meriah macam pink dan kuning seolah menjadi pencerah kala hujan mengguyur Jember. Ada pula defile fairy, yang menggabungkan elemen fantasi sosok peri bersayap dengan nuansa hijau alami bersaput warna metalik.

Defile betta fish atau ikan cupang pun tak kalah menarik. Sesuai namanya, warna kostum didominasi gradasi merah, biru, dan ungu, warna yang kerap muncul pada ikan cupang. Ornamen ikan membuat kostum tampak meriah. Lantas, kain berumbai, lipit, dan flowy menyerupai sirip ikan yang melambai cantik di air.

Sementara itu, defile Versailles terinspirasi nama istana di Prancis. Arsitektur klasik serba-emas diterapkan sebagai ornamen dan aksen di kostum. Mewah, meriah, dan ningrat. Beberapa kostum juga memiliki bagian mirip cermin yang mampu merefleksikan cahaya. Tak ketinggalan, ada defile media di mana kostum yang ditampilkan terinspirasi dari media massa, baik konvensional maupun terkini. Contohnya, kostum dengan bagian punggung dihiasi sampul majalah.

Ada pula defile zodiac yang desainnya menyerupai simbol 12 rasi bintang. Ada manusia kuda atau centaurus pemanah yang melambangkan zodiak Sagitarius. Ada kostum manusia kala jengking, simbol zodiak Scorpio, kostum ornamen singa lambang zodiak Leo, kostum berhias tanduk simbol zodiak Taurus, Aries, serta Capricorn.

Presiden JFC Budi Setiawan mengungkapkan, defile tema Algorithm dibuat oleh para desainer asli Jember. Bahkan konsep yang diambil juga murni dari kreativitas dan inovasi mereka. ’’Sebelumnya mereka riset terlebih dahulu konsep desain kostum yang pas untuk masing-masing defile,’’ jelasnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab dipanggil Iwan itu mengungkapkan, pihaknya mewajibkan 30 persen bagian kostum terbuat dari bahan daur ulang. Aturan tersebut diterapkan sebagai wujud mengampanyekan isu terkait sampah. Pawai JFC 2024 berlanjut tadi malam (3/8) dengan Artwear Carnaval dan Grand Carnaval yang akan berlangsung hari ini (4/8). (qal/c17/len)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore