Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 April 2023 | 19.48 WIB

Kisah Perjodohan Batak yang Kental Komedi di Serial Induk Gajah

Cuplikan serial Induk Gajah. - Image

Cuplikan serial Induk Gajah.

Selain mengangkat kisah perjodohan di keturunan Batak, Induk Gajah menampilkan hubungan hangat love-hate relationship antara ibu dan anak. Di serial delapan episode itu, garis besarnya diambil dari kisah nyata kehidupan seorang jurnalis bernama Iragita Sembiring bersama ibunya yang single parent.

---

IRA adalah seorang gadis keturunan Batak yang tinggal berdua bersama mamaknya, Uli (Tika Panggabean). Di umurnya yang memasuki 30 tahun, Ira tak kunjung menunjukkan tanda-tanda menikah. Tak ingin anaknya nanti hidup sendirian, sang mamak berusaha keras. Hampir semua teman di gereja yang punya anak laki-laki single dijodohkan dengan Ira.

Mamak merasa tubuh Ira yang besar itu sebagai kekurangannya sehingga sulit mencari pasangan. Mamak kerap menyebut tubuh Ira seperti gajah. Karena itulah, Ira yang kesal balik menjuluki mamaknya induk gajah.

Usaha perjodohan mamak berujung kepada Marsel (Dimas Anggara), putra sahabat lama mamak yang diperankan Tamara Geraldine. Marsel juga orang Batak dan memiliki marga yang cocok dinilai menjadi pasangan yang pas untuk Ira. Terlalu lelah menerima berbagai perjodohan tak jelas sebelumnya, Ira pun asal mengiyakan perjodohan itu.

Dia meminta waktu tiga bulan untuk lebih mengenal. Marsel yang juga sedang putus asa karena kisah cintanya dengan Anita (Mikha Tambayong) yang tak kunjung direstui orang tuanya memutuskan untuk mengikuti rencana Ira.

Kisah yang diusung serial arahan Muhadkly Acho itu terbilang cukup simpel dan relate dengan kehidupan sehari-hari, terutama bagi perempuan yang secara fisik dianggap tidak memenuhi standar kecantikan di Indonesia pada umumnya. Apalagi, sosok Ira yang merupakan keturunan Batak mendapat benturan sana-sini dalam mencari jodoh. Salah satunya, harus memiliki marga yang cocok.

Marshanda mampu memerankan sosok Ira dengan sangat baik. Pengembangan karakter Ira dibuat sealami mungkin. Meski bertubuh gendut, Ira tidak ditampilkan sebagai sosok yang terlalu insecure atau meratapi nasibnya. Dia justru tergolong percaya diri dan optimistis.

Marshanda mengubah bentuk fisiknya demi peran Ira. ’’Selain aku mendalami apa yang dialami Ira ini, aku mesti mengubah berat badan aslinya. Aku aslinya 50-an kg, sekitar 55 kg atau 53 kg, tapi di sini aku mesti naik sampai 70 dan keep di situ,’’ katanya sebagaimana dilansir dari kanal YouTube MD Entertainment.

Peran mamak juga dimainkan dengan bagus sekali oleh Tika Panggabean. Setelah bermain apik sebagai ibu-ibu Batak di Ngeri-Ngeri Sedap (2022), Tika seolah membuat karakter ibu Batak yang sayang anak, tapi juga begitu cerewet memasuki ranah kehidupan anaknya itu hanya bisa dimainkan olehnya.

Pilihan dialog dan mimik natural para pemain membuat penonton bisa dengan cepat merasakan hubungan love-hate yang hangat antara Ira dan mamaknya, bahkan sejak di menit awal episode perdana.

Hal lain yang menarik dari serial tayangan Prime Video tersebut adalah unsur komedinya yang kental. Dengan durasi per episode yang hanya 35–40 menit, penonton akan merasa plot cerita yang sederhana itu mengalir dengan cepat dan menyenangkan. Celetukan komedi dilontarkan langsung oleh para pemeran utama dan pendukung, bukan oleh pemain khusus yang disediakan sebagai pembawa komedinya.

Meski begitu, unsur komedinya tak mengganggu pesan moral yang ingin disampaikan. Film ini juga menyelipkan kisah haru yang cukup menguras emosi serta akhir yang memuaskan dan tentunya unforgettable. (adn/c7/ayi)

TENTANG SERIAL INDUK GAJAH

Genre: Drama, komedi, romance

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore