JawaPos.com - Grup teknologi Wartsila menggarap pemesanan genset untuk dua pembangkit listrik di Indonesia. Pemesanan telah dilakukan Kepco E&C-Adhi Karya, konsorsium yang membangun pembangkit listrik milik PT (PLN (Persero).
Pemesanan pembangkit dilakukan untuk proyek Pembangkit listrik Sumbawa-2 yang berlokasi di pulau Sumbawa dan pembangkit listrik Tobelo di Maluku Utara dengan kapasitas masing-masing dengan tiga mesin bahan bakar ganda yang menghasilkan output sebesar 30 MW.
Untuk tahap awal, pembangkit listrik dioperasikan menggunakan bahan bakar campuran 35% biofuel dan 65% solar, sejalan dengan program biodiesel Indonesia. Pembangkit ini akan beralih menggunakan gas alam ketika sudah tersedia secara lokal. Dengan pola itu, pembangkit listrik ini akan mengurangi emisi karbon sekaligus menyediakan listrik yang andal, dan dengan demikian berkontribusi pada perjalanan dekarbonisasi di Indonesia.
“Setelah memenangkan tender umum untuk proyek-proyek ini, kami membutuhkan mitra yang mampu menghasilkan pembangkit listrik dengan efisiensi tinggi dan andal. Rekam jejak Wartsila di Indonesia sudah sangat baik, fleksibilitas bahan bakar mesin Wartsila merupakan pertimbangan penting dalam pemilihannya,” kata Il Bae Kim, Executive Senior Vice President di KEPCO E&C.
“Kami merasa terhormat telah mendapatkan kontrak memasok peralatan untuk dua pembangkit listrik baru ini. Mesin Wartsila 31DF memiliki efisiensi kelas dunia, yang tak tertandingi di kelasnya, dan merupakan pilihan sempurna untuk proyek-proyek yang mengutamakan fleksibilitas dan keandalan,” ucap Kari Punnonen, Direktur Bisnis Energi Australasia di Wartsila.
Peralatan Wartsila dijadwalkan akan dikirimkan pada 2024 dan kedua pembangkit yang berlokasi di pulau Sumbawa dan Tobelo Maluku diharapkan dapat beroperasi penuh pada 2025.