Tawaran Apartemen Urban Sky, Penghuni Bisa Hemat Rp 6 Juta Sebulan Loh

31/08/2018, 10:26 WIB | Editor: Mochamad Nur
Ilustrasi Apartemen Urban Sky, Bekasi (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - PT Urban Jakarta Propertindo memulai pembangunan apartemen berbasis Transit Oriented Development (TOD) Urban Sky yang berlokasi di Cikunir, Bekasi, Jumat (31/8).Proyek bernilai Rp 1,3 triliun ini diharapkan selesai dalam waktu kurang dari dua tahun.

Direktur Pengembangan Usaha sekaligus Corporate Secretary UJP Tri Rachman Batara menjelaskan, Urban Sky adalah proyek dengan konsep TOD Jakarta-Bekasi. Nantinya akan terdiri dari dua tower besar terdiri dari 3300 unit apartemen dan 4.600 m2 area komersial serta area publik termasuk sarana olah raga, serta sekitar 25.000 m2 area parkir.

“Kami percaya bahwa hunian dan fasilitas dengan konsep TOD akan menjadi pilihan utama bagi para urban, yaitu kelompok masyarakat yang berdomisili di luar Jakarta dan sehari-hari bekerja, sekolah dan berkegiatan lain di kota Jakarta,” ujarnya dalam siaran persnya kepada Jawapos.com, Jumat (31/8).

Menurutnya, para penghuni dimudahkan oleh mobilitas antar Jakarta dan pusat bisnis menjadi sangat mudah dan murah, karena stasiun LRT ada di dalam area tempat tinggal mereka.

“Mereka dapat menghemat pengeluaran transportasi hingga sekitar Rp 6 juta per bulan,” tuturnya.

PT Urban Jakarta Propertindo adalah perusahaan pengembang nasional yang didirikan pada tahun 2016 dan berkembang sangat cepat. Saat ini UJP tengah mengembangkan empat proyek berkonsep TOD.

Dua diantaranya, yaitu Gateway Park di Jaticempaka dan Urban Signature di Ciracas, merupakan proyek kerjasama operasi (KSO) dengan PT Adhi Commuter Properti. Sementara itu dua proyek lainnya: Urban Sky dan Urban Suites di Cikunir sepenuhnya dimiliki dan dikembangkan oleh UJP.

Berdasarkan laporan keuangan Perusahaan tahun 2017, UJP memiliki total asset sebesar Rp 1,05 triliun. Diperkirakan nilai asset-asset tersebut akan sangat cepat bertumbuh seiring dengan pengembangan usaha Perusahaan dan pertumbuhan nilai asset terutama setelah proyek LRT selesai dan beroperasi.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi