alexametrics

Tingkatkan Daya Tampung Air, Pemerintah Genjot Penyelesaian 65 Waduk

30 April 2019, 16:19:48 WIB

JawaPos.com – Kemampuan daya tampung air menjadi permasalah yang hingga kini bisa dituntaskan. Ketersediaan daya tampung air dinilai masih jauh tertinggal dibanding negara-negara lain. Pemerintah pun terus melakukan pembangunan waduk dan bendungan guna meningkatkan kapasitas daya tampung air di Indonesia.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Hari Suprayogi mengungkapkan bahwa kapasitas daya tampung air di Indonesia masih sekitar 50 m3 perkapita/tahun. Angka itu, kata dia, masih jauh tertinggal dari negara Asia Tenggara lainnya seperti Thailand.

Negari Gajah Putih tersebut memiliki daya tampung air sekitar 1.200 m3 perkapita/tahun. Artinya, Indonesia masih mengalami tertinggal sekitar 1.150 m3 perkapita/tahun dari Thailand. Untuk itu, pemerintah telah memprogramkan pembangunan 65 bendungan baru guna meningkatkan daya tampung air di Indonesia.

Tingkatkan Daya Tampung Air, Pemerintah Genjot Penyelesaian 65 Waduk
Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Hari Suprayogi (Igman Ibrahi/JawaPos.com)

“Nanti 2023 selesai, baru (bisa mencapai) 95 meter kibik per kapita pertahun. Jadi, kita harus membangun tampungan dan waduk sebanyak mungkin. Potensi air kita cukup besar, sekitar 2,7 trilun meter kibik per tahun,” kata Hari dalam puncak acara Hari Air Dunia XXVII di Situ Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/4).

Hari mengungkapkan bahwa 28 persen masyarakat Indonesia masih mengalami kesulitan terhadap akses air bersih. Mereka yang kesulitan mendapatkan air bersih banyak berasal dari kalangan marginal, yakni disabilitas, pengungsi, perempuan dan sebagainya.

Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) justru lebih mencolok. Data Susenas mencatat, tidak ada satu pun provinsi di daerah Indonesia memiliki akses terhadap air bersih sampai 100 persen.

“Target 100 persen harus kita capai. Semua harus mendapatkan akses air bersih. Jadi, kalau dia jaraknya (ngambil air) kurang dari 2 KM itu sudah dapat akses air. Kalau dia ngambil air jaraknya lebih dari 2 KM sama aja tidak dapat akses air,” terangnya.

Untuk mencapai 100 persen air bersih di Indonesia, pihaknya meminta dukungan dari seluruh pihak untuk menjaga sumber daya air. Baik kuantitas maupun kualitasnya. Sebaliknya, masalah sampah, sedimen atau masalah-masalah lainnya harus diminimalisir oleh masyarakat.

“Siapa yang melaksanakan? kita semua, dari pemerintah, masyarakat, organisasi masyarakat juga, pelajar, semua lini,” tuturnya.

Di sisi lain, Hari mengatakan, pemerintah juga telah membangun sekitar 65 waduk maupun situ-situ di daerah Indonesia. Anggaran yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pun mencapai rP 39 trilun untuk SDA.”Anggaran terus meningkat setiap tahun. Untuk SDA aja, Rp 39 triliun untuk 2019 . Itu untuk menyelesaikan tampungan-tampungan (air) yang ada berikut saluran irigasinya,” pungkasnya.

Terpisah, menteri PUPR Basuki Hadimuljono mangajak kesadaran rakyat untuk ikut turut andil dalam peduli air bersih di Indonesia. Ke depannya, pihaknya berharap aksi nyata tidak berhenti sekadar penanaman pohon semata.

“Karena alam membutuhkan kita melakukan lebih dari itu. Kegiatan penanaman pohon harus diikuti dengan langkah merawat, menumbuhkan, menjaga dan memeliharanya. Mulai sekarang stop tanam pohon, mari kita mulai aksi tumbuhkan pohon,” kata Basuki dalam keterangan yang dibacakan oleh Hari.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Igman Ibrahim



Close Ads