alexametrics

Apartemen dengan Konsep TOD di Stasiun Cisauk ini Sudah Siap Huni

29 September 2019, 19:35:12 WIB

JawaPos.com – Perusahaan properti PT Hutama Anugrah Propertindo (HAP) melakukan topping off Tower Bellerosa dan Tower Cattleya – Serpong Garden Apartment (Segar), sehingga tidak lama lagi akan siap untuk dihuni. Hal tersebut membuktikan komitmen perusahaan terhadap para pembeli apartemen.

Direktur Utama PT Hutama Anugrah Propertindo Ferdy Sutrisno mengatakan, Serpong Garden merupakan apartemen yang sudah mengaplikasikan konsep TOD (Transit Oriented Development) di Indonesia. Konsep TOD merupakan pendekatan pengembangan kota yang memaksimalkan penggunaan angkutan publik, sekaligus meminimalisasi penggunaan kendaraan pribadi.

Sebagai apartemen pertama yang menerapkan TOD, Serpong Garden Apartment juga sekaligus adalah apartemen yang mempelopori koneksitas yang terintegrasi dengan berbagai intermoda seperti Stasiun Cisauk, pasar modern, dan terminal terpadu.

“Sehingga apabila nantinya pemerintah jadi mengaplikasikan jalur bagi kereta api massal (Mass Rapid Transit) dan juga kereta api ringan (Light Rapid Transit/LRT), kami sudah siap, termasuk juga kelengkapan jarigan bagi para pejalan kaki/ para pengguna sepeda,” jelas Ferdy.

Dalam kesempatan sama, GM Marketing PT HAP Clemens Papin Iswara menegaskan, setelah keberhasilan dua tower sebelumnya, Serpong Garden Apartment juga sudah meluncurkan Tower Diamanta yang bergaya hunian pintar dan modern, sehingga layak diperhitungkan sebagai tempat tinggal yang nyaman dan investasi yang menarik.

Berbagai fasilitas kenyamanan, dapat dinikmati oleh pembeli apartemen, yang kini sudah diminati oleh pembeli apartemen lebih dari 90 persen, bersama dua tower yang tidak lama lagi, sudah siap dihuni. Menurut Papin dengan hanya selangkah dari jaringan kereta commuter line, para penghuni apartemen sekaligus memperoleh akses transportasi ke pusat bisnis, mall, kampus ternama, tempat rekreasi, serta fasilitas umum lainnya.

“Jarak Apartemen Segar dari Stasiun Cisauk hanya 25 meter, dan terhubung melalui jembatan layang berdesain futuristik,” jelasnya.

Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna yang dihubungi secara terpisah mengemukakan, perencanaan kota ataupun Kabupaten Tangerang, secara keseluruhan memerlukan perencanaan dalam bentuk master plan dan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL). “Karena saya melihat, belum ada di wilayah ini,” ujarnya.

Menurut Yayat, RTBL harus ditata bersama antara pemda setempat, sehingga pengusaha yang memiliki perencanaan pembangunan, disesuaikan dengan berbagai studi yang mereka lakukan sebelumnya. Seperti misalnya untuk wilayah Provinsi Banten, pengembangan jalan tol seharusnya dipercepat.

Sebab jika pembangunannya diserahkan kepada pemda setempat, belum tentu pemda setempat memiliki kecukupan fiskal. Itu sebabnya mereka bergantung juga kepada bantuan dan dukungan dari pemerintah pusat. Atau daerah tersebut perlu mengusulkan adanya dana pendamping.

“Dengan demikian ada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk projek strategis seperti jalan tol dan jembatan layang,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Agfi


Close Ads