JawaPos Radar

BPKN Minta Pemerintah Revisi Aturan Perlindungan Konsumen Perumahan

27/12/2017, 13:53 WIB | Editor: Saugi Riyandi
BPKN Minta Pemerintah Revisi Aturan Perlindungan Konsumen Perumahan
properti (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Ardiansyah Parman mengatakan kepastian hukum dari perlindungan konsumen mengenai perumahan perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah. Untuk itu, dia meminta aturan tentang perlindungan konsumen di perumahan lewat Peraturan Pemerintah (PP) perlu direvisi.

"PP tersebut memerlukan pembaruan dan penyesuaian agar mampu mengakomodasi amanat berbagai UU yang lebih baru, seperti UU nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, UU Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman, dan UU Nomor 20 Tahun 2021 tentang Rumah Susun," jabarnya, di Kantor Kementerian Perdagangan, Rabu (27/12).

Dia menegaskan, ketentuan dalam tiga UU tersebut sudah memberikan kepastian dan perlindungan hukum yang jelas bagi konsumen bila tahapan dan persyaratannya dilaksanakan secara utuh dan benar. BPKN pun memberikan rekomendasi untuk perubahan UU itu yang disampaikan ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Dia menambahkan BPKN meminta PUPR untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) baru pengganti PP Nomor 4 Tahun 1988 tentang Rumah Susun dan Peraturan Pelaksanaannya. Kemudian, membuat Pedoman atau Juknis mengenai Penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang standar dan lebih detail sehingga dapat digunakan oleh semua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS).

Dengan ini, apabila ada perubahan AD/ART, Kepala Daerah setempat wajib mengetahui hal tersebut sebagai fungsi pembinaan dan pengawasan oleh Pemerintah.

"Sementara untuk PLN, kami berharap dia membuat edaran bagi pengembang atau pengelola rusun untuk tidak memutus listrik dan kenaikan tarif listrik di apartemen atau rumah susun. Hal ini sesuai Peraturan Mentri ESDM No. 3d1/2015 Pasal 5 a dan c," jelasnya.

(sab/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up