Penting, Sertifikasi Tukang, Mandor, dan Kontraktor

27 November 2022, 15:06:53 WIB

DARI skalanya, gempa yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tidak termasuk gempa besar. Karena itu, terenggutnya 310 nyawa sangat disayangkan. Berikut wawancara wartawan Jawa Pos SEPTINDA AYU dengan Priyo Suprobo, anggota Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) yang juga rektor ITS periode 2007–2011.

Bagaimana pendapat Anda tentang gempa Cianjur?

Kita prihatin dan berbelasungkawa. Kalau dilihat dari besarnya, magnitudo 5,6 semestinya tidak separah itu.

Menurut Anda, apa yang menyebabkan banyaknya korban meninggal dunia?

Sebagian besar korban tertimpa reruntuhan rumah. Ada juga yang tertimbun longsor akibat pergeseran tanah. Itu karena rumah penduduk di sana tidak dibuat dengan benar sesuai standar bangunan tahan gempa. Rumah-rumah dibikin seadanya dan dikerjakan sendiri.

Bagaimana kondisi rumah-rumah di Indonesia?

Kita tidak care dengan rumah tinggal atau rumah sederhana. Hanya gedung tinggi yang dikerjakan oleh insinyur yang bersertifikat. Rumah sederhana dikerjakan oleh tukang, mandor, dan kontraktor yang tidak bersertifikat. Karena itu tidak memenuhi standar bangunan tahan gempa. Kebanyakan kesalahan mereka adalah tidak memenuhi detail penulangan sesuai standarnya. Biasanya ada tulangan yang dicuri. Balok pengikat yang saya sarankan maksimal ketebalannya 15 sentimeter. Tetapi, yang saya amati, bangunan rumah kebanyakan lebih dari 20 sentimeter. Jadi tidak bisa menahan gempa. Rumah sederhana atau non engineered structure, jika terjadi gempa, 90 persen bangunan akan roboh karena tidak memenuhi syarat.

Apakah tukang, mandor, dan kontraktor harus disertifikasi?

Ya. Seharusnya tukang, mandor, dan kontraktor disertifikasi. Mereka diberi kursus singkat tentang kaidah rumah atau gedung tahan gempa. Semua pekerja dan penyedia jasa harus bersertifikat. Lembaga yang melaksanakan sertifikasi adalah lembaga pengembangan jasa konstruksi (LPJK).

Apa saja tugas pemerintah?

Pemerintah daerah harus menyosialisasikan peraturan bangunan tahan gempa yang sudah disusun sejak 2009. Peraturan bangunan tahan gempa tersebut juga sama dengan di negara rawan gempa lainnya seperti India, Nepal, Filipina, Myanmar, Turki, dan Meksiko.

Bagaimana dengan peta gempa di Indonesia?

Pusgen sudah membuat peta gempa di Indonesia. Hampir seluruh wilayah rawan gempa. Pulau Jawa masuk zona merah. Yang meningkat ada di Jawa Timur dan Jawa Barat. Jawa Timur di area pantai selatan. Surabaya juga berpotensi gempa.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c9/hep

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads