Berencana Tinggal di Apartemen, Perhitungkan Biaya-biaya Ini

27/06/2018, 10:39 WIB | Editor: Mochamad Nur
Ilustrasi apartemen sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat yang tinggal di kota besar (DOK.DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)
Share this

JawaPos.com - Tinggal di apartemen sudah menjadi bagian dari gaya hidup di era modern seperti saat ini. Tidak sedikit orang yang telah memilih tinggal di apartemen, apalagi letak apartemen yang strategis memberikan kemudahan akses seperti kantor, pusat perbelanjaan, maupun tempat rekreasi.

Mengutip dari situs cermati.com, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memilih untuk tinggal di apartemen. Pasalnya, jika dihitung-hitung, biaya yang dihabiskan untuk tinggal di apartemen jauh lebih mahal kalau dibandingkan dengan tinggal di perumahan atau rumah tapak.

1. Biaya Pemeliharaan

Ilustrasi apartemen sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat yang tinggal di kota besar (DOK.DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)

Biaya pemeliharaan dapat meliputi biaya pemeliharaan gedung, keamanan, kebersihan, dan perawatan taman. Jumlah biaya pemeliharaan ini tergantung dari jenis apartemen dan luas dari apartemen yang dibeli. Apabila rincian biaya yang dikenakan sebesar Rp 300.000 per 5 m2 sementara luas apartemen 30 m2, maka jumlah yang harus dibayar sebesar Rp 1,8 juta per bulan. Biaya pemeliharaan ini bisa dibayarkan setiap bulan, tiga bulan sekali, atau enam bulan sekali, tergantung dari penghuni apartemen.

2. Biaya Listrik, Air, Telepon

Selain biaya pemeliharaan, ada juga biaya listrik, air, dan telepon yang harus dibayarkan oleh penghuni apartemen. Nominal yang dibayar sesuai dengan arus listrik yang dipakai. Tapi, ada juga developer yang menyamaratakan biaya listrik bagi seluruh penghuni di apartemen. Kisaran biaya yang dibayarkan biasanya Rp 350.000 per bulan.

Jumlah ini berbeda di setiap unit apartemen. Alangkah baiknya untuk menanyakan total biaya listrik, air, dan telepon terlebih dahulu sebelum memilih dan menetap di suatu apartemen.

3. Biaya Internet

Jangan pernah berpikir kalau pihak developer menyediakan layanan Wi-Fi atau internet gratis bagi seluruh penghuni yang tinggal di apartemen. Biaya internet bukan tanggung jawab dari pihak developer, melainkan tanggungan penghuni. Sebab, pemasangan atau pelepasan internet kabel tergantung dari keperluan orang yang tinggal di apartemen.

Pemasangan internet di kamar tentunya akan menambah biaya. Jumlah minimal yang biasa dikeluarkan berkisar Rp 150.000. Biaya ini pun tergantung lagi pada kecepatan internet yang dipilih, semakin besar kecepatannya maka semakin mahal biayanya.

4. Biaya Parkir Setiap Bulan

Orang-orang yang tinggal di apartemen biasanya memiliki kendaraan pribadi sebagai teman baik selama bepergian. Tapi, jajaran mobil yang diparkirkan di apartemen tidaklah gratis. Penghuni apartemen pasti mengeluarkan biaya tambahan lagi untuk dapat menikmati layanan parkir di gedung tersebut.

Besarnya biaya parkir minimal yang dibayarkan sekitar Rp 175.000 per bulan. Biaya ini pun lagi-lagi tergantung dari jenis area parkir yang dipilih. Kalau area parkir semakin luas dan eksklusif, maka biaya yang dibayar pun jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan parkir reguler atau yang biasa.

5. Biaya Fasilitas dan Layanan Umum

Salah satu yang menjadi keunggulan apartemen dibandingkan rumah tapak adalah banyak fasilitas yang didapat penghuni. Fasilitas di apartemen jauh lebih lengkap dan tentunya dapat memanjakan setiap penghuninya. Akan tetapi, tidak semua fasilitas tersebut dapat digunakan secara gratis. Ada beberapa fasilitas yang harus dibayar terlebih dahulu sebelum digunakan, misalnya saja ruang meeting.

Fasilitas yang disediakan oleh developer pun hanya bisa digunakan oleh penghuni saja. Sementara pengunjung dari luar tidak diperbolehkan menikmati fasilitas tersebut karena tidak memiliki akses masuk yang resmi.

6. Biaya Cicilan

Selain kelima biaya di atas, Anda juga harus mempertimbangkan biaya cicilan yang harus dibayar saat tinggal di apartemen. Jumlah cicilan tergantung dari kesanggupan finansial masing-masing orang.

Pada umumnya, pihak bank atau developer akan meminta cicilan sebesar 30 persen dari total gaji yang diterima setiap bulan. Apabila jumlah penghasilan sebesar Rp 10 juta, berarti total cicilan per bulan menjadi Rp 3 juta. Semakin besar jumlah cicilan yang dibayar, semakin cepat pula kredit apartemen akan lunas.

Tinggal di Rumah Tapak Ternyata Lebih Murah

Tinggal di sebuah apartemen memang terkesan lebih elite, tapi biaya yang dikeluarkan setiap bulan juga lebih mahal, sesuai dengan kesan yang didapat. Bila biaya-biaya bulanan yang dijabarkan di atas memberatkan Anda, lebih baik jangan tinggal di apartemen. Pilihlah rumah tapak yang memiliki konsep yang bagus dan menyediakan berbagai macam fasilitas yang menarik. Dengan begitu, Anda bisa menghemat pengeluaran, sebab biaya yang perlu dikeluarkan untuk biaya rumah tapak tidak terlalu besar.

(ce1/mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi