JawaPos Radar

Tahun Politik, Bagaimana Dampak LTV Terhadap Sektor Properti?

26/08/2017, 13:26 WIB | Editor: Imam Solehudin
Tahun Politik, Bagaimana Dampak  LTV Terhadap Sektor Properti?
Ilustrasi (Dok.JawaPos)
Share this

JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) saat ini tengah mengkaji kebijakan relaksasi Loan to Value (LTV) untuk sektor properti dan otomotif. Itu dilakukan untuk dapat mengakselerasi permintaan kredit bagi dua sektor tersebut.

LTV sendiri bisa diartikan secara sederhana sebagai Down Payment (DP). Saat ini, LTV berada di besaran 85 persen. Apabila diturunkan, maka masyarakat dapat menikmati DP murah dalam pembelian properti dan kendaraan bermotor.

Hanya saja, ada catatan dari penurunan kebijakan tersebut. Andai terealisasi, bagaimana nasibnya di tahun depan?

Perlu diketahui jika tahun depan bisa disebut sebagai tahunnya politik. Pada tahun tersebut, semua mata akan berfokus pada perpolitikan Tanah Air.

Country General Manager Rumah123, Ignasius Untung menilai, kebijakan LTV tidak akan banyak membantu saat tahun politik tiba, khususnya di semester II-2018.

"Kalau sudah masuk ke core tahun politik , saya rasa tidak banyak bantu. Tapi kalau awal masih bisa. Kalau semester I Tahun depan masih bantu," ujarnya kepada JawaPos.com di Jakarta, Sabtu (26/8).

Meski demikian, bukan berarti kebijakan LTV tidak berarti. Untung berpendapat, setidaknya kebijakan itu tidak akan membuat sektor properti mengalami pelesuan sepanjang tahun.

"Percuma sih enggak ya, karena bisnis harus jalan terus ya. Daripada puasa terus kan, jadi dibuka dulu deh. Abis itu puasa lagi tidak apa-apa. Mungkin kalau nggak ada itu akan lebih berat lagi," tutupnya.

(cr4/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up