alexametrics

Lukas Bong Kembali Pimpin AREBI, Dorong Perpanjangan Insentif Pajak

24 November 2021, 19:30:00 WIB

JawaPos.com – Lukas Bong kembali dipercaya untuk memimpin Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) periode 2021-2024 dalam Musyawarah Nasional (Munas) IX di Jakarta, Rabu (24/11) yang digelar secara online. Ketua Umum AREBI 2018-2021 ini menyatakan akan melanjutkan progam-program yang telah berjalan untuk kemajuan AREBI dan memberian manfaat bagi anggota, masyarakat dan industri broker properti di Indonesia,

“AREBI harus mampu bersinergi dengan stake holder dan pemerintah dalam membangun industri jasa perantara perdagangan properti yang profesional, eksis, dan tangguh baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional,” ujar Lukas saat diberikan kesempatan berbicara setelah pemilihan kepengurusan AREBI 2021-2024.

Lukas berharap pemerintah memperpanjang insentif bebas PPN di sektor properti di tahun 2022 karena sangat berdampak positif juga kepada agen properti. Dengan insentif bebas PPN akan mendorong penjualan di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, insentif berupa keringanan pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang akan meningkatkan minat masyarakat terhadap rumah second sehingga akan berdampak positif kepada industri properti secondary. Jika properti secondary bergerak, maka properti primary bisa lari lebih kencang lagi.

“AREBI optimistis tahun depan kondisi bisnis properti akan semakin baik karena program vaksinasi yang terus berjalan, pandemi Covid-19 yang semakin terkendali, banyaknya insentif di sektor properti, kemudahan yang diberikan oleh developer dan perbankan. It’s Time to Buy Property, dan kini masyarakat semakin banyak yang memanfaatkan momentum ini untuk memiliki properti, baik untuk dipakai (end-user) maupun investasi (investor),” papar Lukas.

Dia menyatakan bahwa industri broker properti membutuhkan perhatian Pemerintah karena tidak bisa menata industri broker properti sendiri jika tidak didukung peraturan dari pemerintah yang bisa memajukan industri broker properti. Menurutnya, saat ini regulator atau pemerintah belum banyak mengatur industri broker properti. Contohnya di awal tahun 2021, keluar aturan tentang pencabutan ketentuan yang mewajibkan perusahaan agen properti memiliki Surat Izin Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (SIU-P4).

“AREBI tidak sepakat karena SIU-P4 sangat penting untuk mendukung kemajuan industri properti. Mengapa? Salah satu syarat mendapatkan SIU-P4 adalah setiap perusahaan agen properti wajib memiliki 2 tenaga ahli bersertifikat. Dengan dicabutnya SIU-P4, otomatis tenaga ahli ini tidak diperlukan lagi,” ujar Lukas.

Editor : Mohamad Nur Asikin




Close Ads