alexametrics

Usai BI Longgarkan Moneter, Perbankan Diimbau Turunkan Suku Bunga KPR

24 Oktober 2019, 17:30:19 WIB

JawaPos.com – Perbankan masih mengandalkan pembiayaan perumahan sebagai pendongkrak kinerja. Sampai akhir tahun pun, permintaan kredit pemilikan rumah (KPR) diyakini tumbuh positif. Pemicunya, antara lain, suku bunga Bank Indonesia (BI) 7-day reverse repo rate (BI-DRRR) dan melonggarnya loan to value (LTV).

Merujuk data Bank Indonesia (BI), suku bunga KPR di Jatim pada kuartal II 2019 mencapai 11,72 persen. Pada kuartal sebelumnya, suku bunga KPR berkisar 10,65 persen.

Artinya, ketergantungan perbankan pada pasar KPR di Jatim masih tinggi. Permintaan KPR juga masih banyak. Sayangnya, efek pelonggaran suku bunga belum tecermin pada suku bunga KPR.

“Laporan ini kami tampung. Perbankan akan kami imbau supaya menyesuaikan,” ujar Kepala Grup Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jatim Amanlison Sembiring, Rabu (23/10).

Di tempat terpisah, Senior Vice President Head Region 7 PT Bank Permata Tbk Wijani Tjendro menyatakan bahwa pasar perumahan di Jatim masih sangat terbuka. “Sejak ada pelonggaran LTV, memang terasa ada peningkatan permintaan,” katanya.

Sementara itu, para pengembang perumahan optimistis sektor properti bisa makin tumbuh. General Manager Citra Harmoni Hartono Winarko menuturkan bahwa kondisi politik yang stabil akan mendorong perekonomian ke arah positif. Dengan begitu, sentimen pasar juga positif.

“Mudah-mudahan pembeli punya kepastian,” tuturnya, Rabu.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (res/rin/c14/hep)



Close Ads