alexametrics

Dua Anak Usaha Adhi Karya Bikin Apartemen TOD Rp 1,2 Triliun

24 September 2018, 17:33:13 WIB

JawaPos.com – Dua anak PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), yaitu PT Adhi Persada Properti (APP) dan PT Adhi Commuter Properti (ACP), bersinergi membangun Apartemen di Bekasi Timur dalam pengembangan, pembangunan, pemasaran dan pengelolaan bersama hunian, perkantoran, komersial lengkap dengan fasilitas penunjang.

Direktur PT Adhi Commuter Properti (ACP) Amrozi Hamidi mengatakan, bentuk kerja sama operasi (KSO) dalam hal ini memiliki NPWP, rekening, serta memiliki pembukuan dan laporan keuangan sendiri atas nama KSO. Secara equity, antara ACP dan APP memiliki porsi sama, tapi dalam pelaksanaannya, ACP yang akan menjadi lead”

Kerja sama operasi (KSO) ini merupakan yang pertama kali dilakukan antara APP dengan ACP. Dengan kerja sama ini, antara ACP dengan APP bersinergi mengembangkan 3 tower Apartemen LRT City Bekasi Timur – Green Avenue, yang merupakan Fase kedua dari LRT City Bekasi Timur – Eastern Green. 

“Dikembangkan di atas lahan seluas 1,96 Ha di sisi stasiun LRT Jatimulya, proyek ini menelan investasi sebesar Rp 1,2 Triliun. Sesuai rencana, proyek ini akan memulai pembagunan pada bulan Desember 2018,” ujarnya di Jakarta Convention Center Jakarta, Senin (24/9).

Sementara Direktur Teknik dan Pengembangan Usaha (APP) Pulung Prahasto mengatakan, bahwa kedepanya, sektor properti akan terus berkembang. Dengan akan dibangunnya 3 Tower Apartemen di sisi stasiun LRT Jatimulya (Bekasi Timur) ini, akan semakin menambah pasokan apartemen yang berada di sisi stasiun LRT Jatimulya tersebut. 

Sebelumnya, APP memiliki Apartemen Grandhika City dan ACP memiliki LRT City Bekasi Timur – Eastern Green, yang lokasinya berdekatan.

Amrozi Hamidi menambahkan, untuk pemasaran tahap pertama, kami akan melepas dengan harga mulai Rp 13.600.000 per m2. Seiring dengan pembangunan yang berjalan, kami perkirakan harga akan mengalami kenaikan 10 persen per tahunnya. T

“Tentu ini menarik secara investasi, karena berkaca pada negara-negara lain seperti Jepang dan Singapura, hunian yang berada disisi stasiun LRT, nilainya sangat tinggi. Harga properti seperti ini di Indonesia sangat murah dibandingkan dengan negara-negara tersebut,” tandasnya.

Menurutnya, kedepan hunian yang dikembangkan dengan pendekatan konsep Transit Oriented Development (TOD), yaitu hunian yang berbasis transportasi akan menjadi pilihan masyarakat.  

Akses transportasi yang dimiliki kawasan LRT City Bekasi Timur – Green Avenue ini cukup lengkap. Selain berada disisi stasiun LRT, kawasan ini juga berhadapan langsung dengan Gerbang Tol Bekasi Timur. Penghuni di kawasan ini juga memiliki pilihan selain menggunakan LRT, dimana TransJakarta telah membuka rute dari kawasan ini menuju kawasan Gajah Mada – Jakarta Pusat.

Dalam 3 Tower LRT City Bekasi Timur – Green Avenue ini, total akan tersedia 2.668 unit, dengan perincian tower I sebanyak 667 unit, Tower II sebanyak 1.334 unit, dan Tower III sebanyak 667 Unit. Tipe yang disediakan meliputi tipe studio, 1 BR dan 2BR.

LRT City Bekasi Timur – Green Avenue dikembangkan dengan konsep yang menyerupai dengan LRT City Bekasi Timur – Eastern Green, dimana kawasan ini dikembangkan dengan pendekatan konsep TOD dengan pendekatan pengembangan kota yang bersifat kompak, mengadopsi tata campuran (mixed-use), dilengkapi jaringan pejalan kaki/sepeda serta maksimalisasi penggunaan angkutan massal seperti LRT, BRT dan angkutan massal lainnya.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : (mys/JPC)

Dua Anak Usaha Adhi Karya Bikin Apartemen TOD Rp 1,2 Triliun