alexametrics

Pasar Rumah Baru Masih Andalkan End User

24 Januari 2022, 13:56:58 WIB

JawaPos.com – Industri properti pada tahun diproyeksikan bakal fokus ke pasar primary (rumah baru, Red). Penopang terbesar dari penjualan produk pengembang masih tetap end user alias pembeli rumah untuk ditinggali. Agen real estat pun memperkirakan bahwa tren rumah pun bakal bergeser baik soal lokasi maupun tipe bangunan.

Ketua Asosiasi Real Estat Broker Indonesia (Arebi) Jawa Timur Budiono Yuwono mengatakan, tren pertumbuhan penjualan produk properti memang bakal berlanjut tahun ini. Namun, fokusnya diakui bakal sedikit berbeda. ’’Kalau tahun lalu, kami mengalami pertumbuhan penjualan sekitar 30 persen. Dari sana, 80 persen datang dari pasar secondary,’’ paparnya usai Musyawarah Daerah Arebi Jatim di Surabaya.

Tahun ini, produk rumah baru memang lebih menarik perhatian. Pasalnya, pemerintah masih meneruskan insentif PPNDTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah). Memang, efek pendorong insentif tersebut diakui berkurang karena pemerintah tak lagi menangguh penuh beban PPN melainkan hanya setengahnya saja.

Hasilnya, investor sedikit ragu untuk bermain di properti. Apalagi, pemerintah sedang menggelar Program Pengungkapan Sukarela (PPS) pajak alias tax amnesty. Biasanya, investor bakal tiarap di masa tersebut karena harus kembali inventaris aset. ’’Kalau menurut kami, yang memanfaatkan promo ini nantinya memang orang yang memang butuh tempat tinggal,’’ jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, dia merasa bahwa produk properti yang laku tahun ini masih bertahan di segmen Rp 1 miliar ke bawah. Produk dengan nilai tersebut biasanya tersebar di wilayah non kota besar seperti Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, atau Malang. Sedangkan, produk rumah tapak di kota besar seperti Surabaya diperkirakan hanya berlaku untuk konsumen tertentu saja.

Untuk wilayah Sidoarjo dan Gresik pun, banyak rumah yang sudah hampir menyentuh harga Rp 1 miliar. Kebanyakan akhirnya memilih untuk memberikan luas tanah yang lebih sempit namun luas bangunan yang maksimal. ’’Ini memang untuk mengakali harga tanah yang sudah terlalu tinggi. Jadi meskipun luasannya hanya 70 meter persegi, rumahnya didesain dua lantai agar bisa lebih luas,’’ jelasnya.

Pengembang pun mengakui tren tersebut mulai banyak. Direktur Gozco Land Daniel Lianto mengatakan, pihaknya merupakan salah satu produsen rumah yang mengikuti tren tersebut. Hal tersebut membuat kawasan rumah menengah yang dijual mendapatkan respons panas dari pasar.
Pada peluncuran akhir 2020, 90 persen rumah dua lantai dengan luasan tanah 70 meter persegi itu sudah terserap 90 persen. Saat ini, dia pun mengaku sudah membangun 109 unit rumah dengan konsep tersebut.

’’Tahun ini, kami berencana untuk 42 unit lagi. Karena banyak orang juga sudah menanti produk baru kami,’’ ungkapnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads