alexametrics

Mudik Lebaran, Tol Baru Dibuka Fungsional

Arus Balik Lebaran Diprediksi Lebih Padat
23 April 2019, 10:05:35 WIB

JawaPos.com – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait dengan persiapan arus mudik Lebaran. Diperkirakan, lebih dari 3 juta orang memanfaatkan jalan tol untuk menuju kampung halaman.

Kepala BPJT Danang Parikesit mengungkapkan, berdasar laporan dari Litbang Kemenhub, sekitar 8,44 juta pemudik akan bergerak ke kampung halaman mulai pertengahan Mei dan kembali ke Jakarta pada awal Juni nanti. “Sekitar 3,76 juta atau 40 persennya akan menggunakan jalan tol,” katanya kemarin (22/4).

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 31 Mei 2019 dengan lonjakan saat peak days mencapai 649 ribu orang. Namun, kata Danang, arus balik lebih menjadi perhatian karena beberapa faktor. Salah satunya, rentang waktu periode mudik yang lebih panjang daripada arus balik. Kepadatan saat arus mudik dapat lebih terdistribusi.

“Sementara di arus balik, rentang waktu antara mulai arus balik dan hari masuk kerja tidak sepanjang tahun lalu,” jelasnya.

Sebanyak 750 ribu orang diperkirakan menggunakan jalan tol pada jam-jam padat arus balik. Puncak arus balik diprediksi terjadi pada 9 Juni 2019.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BPJT Ranto Parlindungan Rajagukguk menjelaskan, beberapa ruas jalan tol baru akan dimanfaatkan secara fungsional. Salah satunya, tol Pandaan-Malang seksi I-III. Saat ini ruas tersebut siap dibuka, tetapi dalam tahap uji laik fungsi.

Dengan demikian, saat arus mudik hingga Lebaran, ruas tersebut mungkin akan dioperasikan tanpa tarif alias gratis. ”Kalau beroperasi tanpa tarif, berarti fungsional,” jelasnya.

Ruas tol lainnya adalah tol Manado-Bitung dan Balikpapan-Samarinda. Ranto menyatakan, rencana itu masih opsional. Sebab, di Sulawesi dan Kalimantan, arus mudik tidak terlalu ramai.

Trans Jawa: Sejumlah ruas tol baru akan diopeasikan secara fungsional pada arus mudik lebaran nanti. (Galih Cokro/Jawa Pos)

Untuk Sumatera, ruas Bakauheni-Terbanggi Besar akan dibuka secara operasional. Sedangkan sisa ruas ke utara, yakni dari Terbanggi Besar sampai Kayu Agung, akan dioperasikan secara fungsional.

Untuk mengatasi kemacetan, BPJT berencana mempersiapkan pengaturan satu arah untuk ruas tol. Yakni, satu arus dari barat ke timur pada periode mudik, lalu satu arus dari timur ke barat pada periode balik. “Tapi, ini masih menunggu koordinasi teknis dengan korlantas,” ujarnya.

Sementara itu, untuk rest area, Ranto menyebutkan, total ada 55 tempat istirahat dan pelayanan (TIP) di sepanjang jalan tol trans-Jawa. Kesiapan pelayanan setiap rest area terus dipantau BPJT. Mulai kebersihan toilet hingga tempat ibadah. Juga, tidak ada pungutan liar. Di sepanjang tol trans-Jawa, jarak rata-rata antar-TIP adalah 20-23 kilometer.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (tau/c5/fal)