alexametrics

Pakuwon Group Prediksikan Demand Perkantoran Tumbuh Tahun Depan

22 November 2019, 12:15:56 WIB

JawaPos.com – Para pengembang optimistis kinerja properti bergairah kembali tahun depan. Bukan hanya produk properti yang berupa hunian, tapi juga perkantoran. Khususnya yang berada di gedung bertingkat atau superblok.

Direktur Marketing Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi menyebutkan bahwa indikasi membaiknya sektor properti pada tahun depan menguat. Bukan hanya stabilitas politik, tapi juga dukungan dari sisi perbankan seperti suku bunga kredit.

“Semua indikasi mengarah pada kondisi properti pada 2020 yang bisa seperti 2010–2011 lalu,” katanya, Kamis (21/11).

Indikasi lainnya, menurut Sutandi, adalah banyaknya perusahaan asing yang mengincar perkantoran di pusat kota. “Karena berada di pusat central business district, Pakuwon Tower merupakan destinasi yang prestise. Makanya, banyak perusahaan asing yang bergabung,” urainya.

Bulan ini ada perusahaan pelayaran yang menempati ruang perkantoran seluas 800 meter persegi di Pakuwon Tower. Selain pelayaran, ada perusahaan di bidang keuangan yang membuka kantornya di Pakuwon Tower.

Untuk menangkap potensi pasar pada akhir tahun, Pakuwon Group mengadakan pameran 37 Tahun Pakuwon Group Property Exhibition di Pakuwon Mall. “Itu pameran yang ketiga pada tahun ini,” tuturnya.

Pada pameran kali ini pihaknya menargetkan penjualan Rp 200 miliar. GM Finance Pakuwon Group Fenny menyatakan bahwa perseroan memasang target positif untuk penjualan tahun depan.

“Proyeksi penjualan tahun depan tumbuh sekitar 10 sampai 12,5 persen dari pencapaian 2019,” sebutnya.

Kalau tahun ini high rise mendominasi hingga 80 persen total penjualan, tahun depan kinerjanya akan sedikit turun. Fenny menyebut angka 75 persen sebagai proyeksi. Sebaliknya, landed house yang saat ini berkontribusi 20 persen terhadap penjualan bakal meningkat menjadi 25 persen tahun depan.

“Penjualan high rise berasal dari apartemen dan office,” jelasnya.

Sementara itu, belanja modal atau capital expenditure hingga September 2019 sudah mencapai Rp 1,1 triliun. Sebanyak Rp 200 miliar di antaranya dialokasikan pada lahan yang akan menjadi area perluasan.

“Targetnya sampai akhir tahun Rp 1,8 triliun,” sebut Fenny.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (res/c22/hep)



Close Ads