Harga Naik Usai LRT Datang, Hunian TOD Jadi Investasi Menggiurkan

22/07/2018, 12:28 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Apartemen (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sektor hunian properti masih menjadi investasi yang menggiurkan lantaran harga pasti naik setiap tahunnya. Apalagi, pemerintah bersama para pengembang saat ini tengah menggarap hunian yang dekat dengan akses transportasi umum atau Transit Oriented Development (TOD).

Anak usaha PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Adhi Commuter Properti (ACP) meramalkan, nantinya hunian TOD akan menjadi lifestyle baru setelah kehadiran Light Rail Transit (LRT). Tujuan pemerintah agar masyarakat Indonesia lebih mudah memiliki kemudahan akses dengan transportasi umum. Hal tersebut diharapkan dapat mengurangi kemacetan di ibu kota.

Manager Pemasaran ACP Djoko Santoso menyampaikan, pihaknya ingin gaya hidup orang Indonesia yang malas menggunakan transportasi umum menjadi sesuatu yang trendi, khususnya untuk para generasi milenial.

“Kita tetap punya keyakinan suatu saat nanti transportasi publik jadi kebutuhan ada hunian yang berintegrasi langsung dengan stasiun. Makanya kita ciptakan image LRT lebih gengsi. Anak muda harus naik itu,” ujarnya seperti diberitakan, Minggu (21/7).

Sementara itu, Komisaris Utama ACP Pundjung Setya Brata mengatakan, mau tidak mau nantinya masyarakat akan memilih transportasi LRT untuk beraktivitas di tengah kemacetan. Dengan demikian, momen ini akan menjadi kesempatan menarik bagi masyarakat untuk membeli properti yang memiliki kemudahan akses dengan transportasi LRT.

Pihaknya menjamin, setelah LRT beroperasi, hunian ini akan naik berkali lipat. Menurutnya, ada dua karakter masyarakat membeli properti, yaitu untuk disewakan atau dijual kembali. ACP memasang harga sekitar Rp 260 juta hingga Rp 565 juta.

“Ada nggak dari Bekasi menuju Cibubur ke Kuningan. Angkutan umum kan ragu, lebih cepet tapi LRT 35 menit nyampe. Konsep prase yang dipilih LRT Jabodetabek. Orang akan mau nggak mau naik angkutan umum dan akan jadi lifestyle,” tandasnya.

(ce1/mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi