JawaPos Radar

Dorong Program Sejuta Rumah, Pemerintah Siapkan Subsidi Bunga Kredit

20/08/2016, 12:51 WIB | Editor: Mochamad Nur
Dorong Program Sejuta Rumah,  Pemerintah Siapkan  Subsidi  Bunga  Kredit
Ilustrasi (Dok Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com- Pemerintah memberikan  bantuan pembiayaan perumahan untuk mendukung Program Sejuta Rumah khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). 

Bantuan diberikan dalam bentuk Subsidi Selisih Bunga (SSB), dan Bantuan Uang Muka (BUM). Untuk subsidi suku bunga, bantuan diberikan lewat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Dengan pola itu, masyarakat bisa membeli rumah sederhana dengan suku bunga 5 persen dan masa pinjaman 25 tahun.

Keringanan lainnya diberikan  dalam bentuk  pembebasan pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk rumah sederhana tapak dan rusunami, pemberikan PSU untuk rumah sederhana tapak.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Maurin Sitorus mengatakan untuk 2016, pemerintah telah mengalokasikan anggaran FLPP senilai Rp 9,22 triliun untuk memfasilitasi penerbitan KPR FLPP sebanyak 84.000 unit. 

Untuk dana SSB dialokasikan dana sebesar Rp 2,05 triliun dan Bantuan Uang Muka (BUM) sebesar Rp 1,2 triliun.

Paba bagian lain, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin  mengungkapkan data Badan Pusat Statistik (BPS), backlog perumahan pada 2015 sebesar 11,4 juta unit atau menurun dari backlog pada 2010 yang mencapai 13,5 juta unit.

“Dari data 2010 backlog 13,5 juta dari aspek kepemilikan, kemudian di 2015 ada data BPS yang menyebutkan  bahwa sekarang masyarakat yang mempunyai atau memiliki rumah kurang lebih 82 persen atau backlog tinggal 11,4 juta unit,” ujar Syarif.

Ia menambahkan, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) backlog penyediaan perumahan diharapkan dapat berkurang menjadi sebesar 6,8 juta unit pada akhir 2019. 

Sehingga dari 13,5 juta unit sampai 6,8 juta unit dibutuhkan 6,7 juta unit. Artinya, kalau dibuat program sejuta rumah tiap tahun tetap tidak akan mampu mencapai 6,8 juta unit di akhir 2019, karena kalau dirata-rata per tahunnya 1 juta unit lebih. (nas/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up