alexametrics

Proyek KIT Batang dan Tol Semarang-Demak Penyumbang Terbesar Laba PTPP

19 Maret 2021, 18:49:14 WIB

JawaPos.com – Perusahaan konstruksi dan investasi milik BUMN, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatat laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 266 miliar sepanjang tahun 2020. Hal tersebut karena imbas dari pandemi Covid-19 yang menyerang sektor ekonomi dan ketenagakerjaan.

Corporate Secretary Yuyus Juarsa menjelaskan, terdapat beberapa tender proyek yang telah diikuti oleh perseroan harus ditunda oleh pemilik proyek akibat adanya perubahan alokasi anggaran. Sehingga, perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 15,83 triliun. Sedangkan, realisasi laba bersih per saham atau Earnings Per Share (EPS) di tahun ini sebesar Rp 21.

“Pencapaian kinerja keuangan ini terjadi karena dampak pandemi Covid-19 yang mewabah di Indonesia maupun seluruh dunia sejak awal tahun 2020,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (19/3).

Lebih jauh dia mengatakan, beban pokok pendapatan perseroan dibukukan sebesar Rp 13,65 triliun atau turun 32,5 persen dari tahun 2019 yang sebesar Rp 20,25 triliun. Sehingga perseroan masih mengantongi laba kotor sebesar Rp 2,17 triliun dengan kenaikan marjin laba kotor sekitar 13,73 persen.

Kenaikan marjin laba kotor perseroan pada tahun 2020 sebagian besar didominasi oleh proyek-proyek yang berada pada tahap pekerjaan cut & fill seperti Kawasan Industri Terpadu Batang dan Jalan Tol Semarang Demak. Pad akhir tahun 2020, Perseroan mencatatkan Aset sebesar Rp 53,47 triliun.

Perseroan menilai hasil kinerja keuangan tahun 2020 ini telah sesuai dengan revisi target kinerja bahkan pencapaian kinerja tersebut melebihi target yang telah direvisi. Meskipun demikian, dia menyebut, perolehan laba tersebut terbilang cukup baik dimana dalam kondisi wabah pandemi Covid-19 ini, capaian tersebut melampaui target revisi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sebelumnya pada awal 2020, perseroan sangat optimistis dengan menetapkan target kinerja perusahaan bertumbuh dibandingkan realisasi kinerja keuangan pada tahun 2019. Namun, akibat merebaknya wabah Covid-19, maka perseroan melakukan penyesuaian atau revisi target kinerja perusahaan 2020.

Atas pencapaian realisasi kinerja keuangan 2020 tersebut, dia menambahkan, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan usaha dan laba bersih sekitar 40 persen dan 50 persen pada 2021. “Dengan melakukan penyusunan strategi perusahaan untuk jangka pendek dan menengah, perseroan berharap dapat mencapai target perusahaan tahun ini,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini:





Close Ads