alexametrics

Harga Kian Melejit, Rumah untuk Milenial Makin Mini

18 November 2019, 16:00:30 WIB

JawaPos.com – Sebagai pasar terbesar properti, kebutuhan kaum milenial terhadap hunian sangat tinggi. Namun, harga rumah yang makin melejit membuat kalangan tersebut tidak menjadikan hunian sebagai kebutuhan utama.

Para pengembang pun harus bisa menyesuaikan bisnisnya terhadap perubahan perilaku pasar yang seperti itu. PT Bhakti Tamara, pengembang Royal Residence, meluncurkan klaster baru yang terdiri atas rumah-rumah tipe kecil. Lahannya pun tidak luas.

“Supaya harganya lebih terjangkau bagi kalangan milenial, ukuran tanahnya tidak terlalu besar,” kata Marketing Manager PT Bhakti Tamara Imelda Evy Sofiawati, Minggu (17/11).

Royal Residence meluncurkan Oakwood yang terdiri atas 80 unit. Tipe yang ditawarkan memiliki luas lahan 40 meter persegi dan 50 meter persegi.

“Serbuan apartemen di Surabaya banyak. Makanya, kami membangun klaster yang unitnya sama seperti tinggal di apartemen,” jelasnya. Bedanya, pembeli rumah akan memiliki sertifikat tanah.

Menyiasati luas tanah yang terbatas itu, pengembang menyiapkan unit-unit rumah dengan bangunan bertingkat. Ada dua pilihan, dua atau tiga lantai.

“Meski demikian, harganya jauh lebih terjangkau daripada klaster lain,” ungkapnya.

Consumer Loan Head Region Vlll Bank Mandiri Indradi Wahyudi menjelaskan bahwa permintaan KPR mulai meningkat sejak Juli lalu. Pada Oktober, pihaknya mencatat permintaan yang signifikan.

“Terbanyak untuk rumah dengan harga di bawah Rp 1 miliar,” ucapnya, Minggu.

Tingginya pengajuan KPR untuk rumah dengan kisaran harga itu menunjukkan bahwa kini mayoritas pembeli rumah adalah end user. Tepatnya, end user segmen menengah dan menengah ke atas.

“Kami optimistis terhadap kondisi pasar. Apalagi, kontribusi Surabaya cukup tinggi. Mencapai 80 persen,” katanya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (res/c20/hep)



Close Ads