alexametrics

Tol Sedyatmo Diklaim Bisa Jadi Tulang Punggung Kawasan Aerocity

17 Maret 2019, 12:00:28 WIB

JawaPos.com – Sejak 2016, Tol Sedyatmo dari terus mengalami peningkatan pelayanan, kini perannya bukan lagi sebagai penghubung ibukota dengan bandara Soekarno Hatta (Soetta). Tetapi telah menjelma menjadi tulang punggung kawasan aerocity sekitar bandara.

Pengamat Perkotaan dan Dosen Teknik Planologi Universitas Trisakti, Yayat Supriatna mengatakan perkembangan Bandara Soekarno-Hatta sangat bergantung pada kondisi Tol Sedyatmo. Kawasan bandara kini telah tumbuh dan berkembang menjadi kawasan Aerocity, pada posisi tersebut Tol Soedijatmo menjadi tulang punggung pertumbuhan kawasan sekitarnya.

“Volume angkutan perjalanan di Bandara saat ini telah melayani lebih dari 66 juta penumpang, diperkirakan pada 2025 seiring dengan pengembangan Terminal IV Bandara Soekarno-Hatta akan melayani 100 juta penumpang,” jelasnya dalam keterangan resmi, Minggu (17/3).

Lonjakan dan pertumbuhan penumpang di Soetta tentu berdampak pada jumlah pengguna Tol Sedyatmo. Hal ini membutuhkan perhatian dan dukungan pemeliharaan yang maksimal agar pengguna jalan Tol Sedyatmo tetap memperoleh pelayanan sesuai SPM (Standar Pelayanan Minimal) yang telah ditetapkan.

Dalam hal ini, PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebagai pengelola mengklaim bahwa pihaknya sudah melakukan beragam perbaikan sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Mulai dari Scraping Filling Overlay dan rekonstruksi, antisipasi genangan dampak curah hujan tinggi, monitoring kondisi saluran/drainase dan tanggul, normalisasi reservoir Simpang Susun Penjaringan KM 26+000, beautifikasi di ruas jalan tol, penataan lansekap pada area GT Kapuk dan KM 20+000 s.d KM 32+000, pemeliharaan penerangan jalan tol, pemeliharaan kebersihan gerbang tol dan gardu tol, serta pencucian lajur transaksi di gerbang tol.

Terkait upaya pemenuhan SPM tersebut, Yayat mengungkapkan, memang bukan hal yang mudah bagi Jasa Marga untuk melakukan hal itu, mengingat dukungan biaya operasional yang dikeluarkan juga cukup besar seiring dengan peningkatan volume kendaraan yang melintasi Tol Sedyatmo. Disisi lain, pengelola jalan tol harus memprioritaskan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tol.

“Untuk menjaga kualitas jalan yang prima, dan kondisi uang layak membutuhkan partisipasi masyarakat. Masyarakat butuh kecepatan dan kenyamanan, sementara jalan butuh kondisi yang prima. Sinergi kedua komponen ini menjadi hal penting demi menjaga kualitas jalan Tol Sedyatmo,” jelas Yayat.

Dalam hal ini, Jasa Marga juga harus mampu menjaga waktu tempuh dan kecepatan yang aman untuk pengguna Tol Sedyatmo. “Menjaga agar waktu tempuh dan kecepatan (memang) membutuhkan tambahan teknologi dan informasi yang perlu melengkapi sistem pelayanan di Jalan Tol Sedyatmo,” tuturnya.

Editor : Saugi Riyandi

Reporter : Uji Sukma Medianti

Copy Editor :

Tol Sedyatmo Diklaim Bisa Jadi Tulang Punggung Kawasan Aerocity