alexametrics

Stasiun Cisauk Jadi Magnet Investasi Properti Warga Komuter

16 Februari 2019, 19:44:51 WIB

JawaPos.com – Keberadaan Stasiun Cisauk yang berada Jalan Raya Cisauk, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, membuat warga komuter hilir mudik menuju Jakarta-Tanah Abang untuk bekerja dengan moda KRL. Melihat kondisi tersebut, tentu menjadi daya tarik bagi sektor properti.

Salah satu perusahaan pengembang, yakni PT Hutama Anugrah Propertindo (HAP) meluncurkan Serpong Garden Apartment (Segar) Tower Bellerosa dan Tower Cattleya pada 2017. Direktur Utama PT Hutama Anugrah Propertindo Ferdy Sutrisno menjelaskan, salah satu nilai lebih apartemen Segar, adalah kemudahan akses menuju Stasiun Cisauk, selain hanya berjarak lima menit ke Pasar Modern Intermoda. 

“Berinvestasi pada apartemen Segar berarti setara dengan memiliki nilai investasi ekonomis, karena selain akses ke Stasiun Cisauk dan terminal terpadu intermoda, waktu tempuh akan menjadi semakin efisien. Sebab dengan menggunakan jalur urban Railway Jabodetabek, selain bebas macet dan waktu tempuh lebih terjamin, biaya yang dikeluarkan juga relatif rendah,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/2). 

Ferdy menambahkan, tanggal 23 Februari 2019, akan diluncurkan tower baru dari Serpong Garden Apartment, yaitu Tower Diamanta. Dari Stasiun Cisauk, hanya membutuhkan waktu 45 menit, sampai ke Stasiun Dukuh Atas Sudirman Jakarta Pusat, dengan biaya Rp 4 ribu satu kali naik  kereta. Terbuka juga akses ke daerah manapun, termasuk sampai bandara Soekarno Hatta,  menggunakan jaringan transportasi kereta rel listrik dan LRT Jabodetabek yang akan segera selesai.

Selain itu, Serpong Garden Apartment juga terhubung dengan terminal terpadu intermoda lewat sebuah jembatan sejauh 5 menit berjalan kaki, yang akan menjadi pusat transportasi darat terpenting di kawasan ini,  seperti halnya menggunakan  bus Transjakarta dan bis antar kota, yang nantinya  akan berpusat di daerah tersebut.

Sebagai operator perusahaan penyedia angkutan KRL Commuter, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengharapkan nantinya, para pengembang (perusahaan properti) merealisasikan pembangunan fasilitas umum dan fasilitas sosial, tidak hanya bagi masyarakat penghuni di sekitar mereka, namun juga bagi masyarakat pada umumnya. Vice President Corporate Communications PT KCI, Eva Chairunisa menjelaskan, selama ini para pengembang kerap mencantumkan letak (lokasi) strategis jarak tempuh, baik ke lingkungan perumahan  dan juga apartemen mereka.

“Misalnya berjarak hanya sekian menit dari lokasi Stasiun Cisauk dan sekian kilometer dari akses pintu tol. Itu sebabnya kami mengharapkan nilai lebih dan kemudahan akses ini, didukung juga oleh mereka. Kalau belum ada sarana jalan (pedestrian) di daerah yang terdekat, mohon mereka dapat membangun atau menyediakannya,” jelas Eva.

Begitu juga dengan bus ulang alik (shuttle bus) yang menghubungkan daerah mereka dengan stasiun Cisauk. Atau jembatan penghubung (skybridge) maupun underpass yang berada dekat dengan stasiun.

“Sebagai akses mempermudah pengunjung dan penghuni, diharap segera direalisasikan,” jelas Eva. 

Pihaknya mengharapkan di tahun 2020, nantinya flyover di Cisauk, bakal terealisasi pendiriannya. 

Kami juga melihat bentukan dari konsep pengembangan Transit Oriented Living (TOL) yang merupakan implementasi konsep Transit Oriented Development (TOD) di sekitar Stasiun Cisauk, merupakan konsep ideal yang mengkoneksikan antara bangunan stasiun kereta api, terminal intermoda, dan pasar modern dengan perumahan dan juga apartemen secara optimal. 

Bahkan menurut Eva, kerjasama yang melibatkan perusahaan swasta dengan BUMN ini mencerminkan bentuk kerjasama  public private partnership, sehingga konsep di Cisauk ini menjadi pendorong konsep TOD serupa di tempat lainnya. 

“Kami melihat pembangunan TOD seperti ini, secara perlahan-lahan akan semakin membuka kesadaran masyarakat, akan penting dan mendesaknya kebutuhan terhadap pelayanan transportasi publik sesuai harapan (transit and connect),” ujarnya.

Eva meyakini, ke depannya pengembangan rel kereta api dan juga penambahan gerbong akan menjadi bagian rencana jangka menengah dan panjang, mengingat saat ini kebutuhan terhadap penambahan garbong dan frekuensi perjalanan sudah kian mendesak.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Copy Editor :

Stasiun Cisauk Jadi Magnet Investasi Properti Warga Komuter