alexametrics

Suku Bunga Tinggi, Sektor Properti Tetap Tumbuh

15 Desember 2018, 13:17:13 WIB

JawaPos.com – Era suku bunga tinggi telah dimulai. Hal itu ditandai dengan langkah Bank Indonesia (BI) yang terus menaikkan suku bunga acuan.

Melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG), BI memutuskan untuk kembali menaikkan tingkat suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6 persen.

Sebelumnya, BI memang sudah menaikkan suku bunga acuan pada September 2018 lalu sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen. Artinya, setidaknya sampai dengan bulan November 2018 ini BI sudah menaikkan bunga acuan sebanyak enam kali atau sebesar 175 bps.

Semakin tingginya suku bunga, secara otomatis turut mendorong kenaikan bunga kredit.  Salah satu yang terpengaruh adalah sektor properti.

Menurut Ekonom INDEF, kenaikan itu tidak akan terlalu berpengaruh untuk kredit sektor properti. Hal itu tercermin dari capaiannya per September 2018 yang tumbuh dikisaran 14,8 persen.

“Artinya prospeknya masih positif meskipun ada penyesuaian bunga kredit,” ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (15/12).

Sementara itu, perlambatan justru terasa di pasar properti kelas menengah atas. Pasalnya, investor masih wait and see terhadap kondisi politik Tanah Air hingga tahun depan.

“Pelemahan kurs Rupiah buat bahan bangunan naik dan berpengaruh ke harga real estate di atas Rp 2 miliar. Sementara dari data BI indeks permintaan properti kelas bawah atau MBR pertumbuhanya masih tinggi dan suport seluruh pasar properti,” tandasnya.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : (hap/JPC)

Suku Bunga Tinggi, Sektor Properti Tetap Tumbuh