JawaPos Radar | Iklan Jitu

Direktur BTN Beberkan Rahasia Utama Agar KPR Subsidi Disetujui

15 Agustus 2018, 10:09:56 WIB
Perumahan mewah, KPR
Perumahan mewah (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Memiliki rumah sendiri menjadi impian semua orang. Harga perumahan tak pernah turun, bahkan harganya semakin melambung tinggi seiring dengan harga tanah dan bahan bangunan. Namun, pemerintah telah mengeluarkan program sejuta rumah dimana pembiayaan rumah dapat disubsidi melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) agar harga rumah dapat menjangkau lapisan kelas menengah bawah.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) merupakan bank pelat merah yang berfokus pada pembiayaan perumahan. Banyak nasabah mengaku sulit untuk mendapatkan KPR bersubsidi, namun Direktur Consumer Banking BTN Budi Satria, membeberkan rahasia penting agar ajuan KPR subsidi dapat disetujui oleh pihak bank.

Budi mengatakan, untuk mendapatkan KPR bersubsidi, syarat pertama yang harus terpenuhi adalah penghasilan pokok atau gaji yang tidak melebihi Rp 4 juta untuk rumah tapak dan Rp 7 juta utk rumah susun. Pasalnya KPR bersubsidi adalah hanya untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Persyaratan kedua, lanjutnya belum memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi kepemilikan rumah dari pemerintah. Selain itu, rumah harus dihuni sendiri oleh debitur ataupun keluarga.

Selain memiliki penghasilan yg sustainable atau tetap, Budi membeberkan rahasia penting agar KPR subsidi terpenuhi, yaitu penghasilan total mencukupi untuk membayar angsuran, dengan hitungan angsuran KPR tdk melebihi sepertiga kali gaji atau penghasilan setelah dikurangi kewajiban angsuran kredit.

“Jadi kalau poin ini terpenuhi ya tidak sulit untuk memperoleh KPR Subsidi,” ujarnya kepada JawaPos.com, seperti diberitakan Rabu (15/8).

Tidak tercatat di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki kredit menunggak. Terakhir, Budi menambahkan, melengkapi seluruh dokumen yg dipersyaratkan Kementerian PUPR

“Hal lain yg perlu diperhatikan adalah pengembang, lokasi rumah, kualitas rumah dan PSU (ketersediaan air bersih, listrik, jalan dan saluran), aksesibilitas dan moda transportasi yang ada,” tandasnya.

Editor           : Saugi Riyandi
Reporter      : (mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini