JawaPos Radar | Iklan Jitu

Basuki: Masih Ada yang Buang Air di Kresek, Terus Dibuang ke Pohon

15 Maret 2019, 12:14:54 WIB
Basuki: Masih Ada yang Buang Air di Kresek, Terus Dibuang ke Pohon
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono hari ini menyambangi Kampung Pojok, Desa Sindangsari, Serang, Banten. Kunjungan itu dilakukan dalam rangka program sinergi kesejahteraan rakyat.

Dalam kesempatan itu, Basuki menyambangi beberapa proyek-proyek Kementerian PUPR, beberapa di antaranya program sanitasi dan penyediaan air bersih. Usai melakukan kunjungan, Basuki memberikan pesan kepada masyarakat terkait program itu. Menurutnya, sanitasi dan penyediaan air bersih merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat.

Namun, dirinya mengingatkan agar masyarakat bisa menjaga kebersihan lingkungan. Sebab, upaya sanitasi dan penyediaan air bersih tidak akan berjalan sukses tanpa kerja sama yang baik dari masyarakat.

"Saya pesan lagi agar air bersih dan sanitasi dijaga," ujarnya, Jumat (15/3).

Basuki mengungkapkan, ada tiga negara di dunia yang masih dikategorikan tidak bersih lantaran kerap buang air sembarangan. Ketiganya yakni India, Nigeria dan terakhir Indonesia.

Untuk Indonesia, lanjut Basuki, masih ada beberapa daerah yang masyarakatnya buang air sembarangan. Hal itu menyebabkan air bersih menjadi tercemar.

"Di dunia ini ada tiga negara yang masih buang air besar sembarangan. Bukan di sungai tapi di halaman. Nyusun Sewu mohon maaf. Masih ada yang buang air di kasih kresek dan dibuang ke pohon dan dimakan burung," tuturnya.

Basuki menegaskan, kebersihan lingkungan dan air perlu dijaga demi masa depan anak-anak Indonesia. Pasalnya, jika hal itu dibiarkan, justru berpotensi menimbulkan stunting berkepanjangan.

"Ini bukan untuk kita tapi untuk anak-anak kita. Khususnya untuk air bersih dan sanitasi. Supaya kita enggak jadi stunting. Kalau buang di sungai mengalir ya masih mending kalau di halaman itu sembarangan. Itu meresap mengotori air tanah. Kalau sudah dikotori itu tidak bisa dibersihkan. Dampaknya panjang," pungkasnya.

Editor           : Saugi Riyandi
Reporter      : Hana Adi

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini