JawaPos Radar

Psikolog: Apartemen Jadi Lifestyle Generasi Milenial

14/08/2017, 19:33 WIB | Editor: Ilham Safutra
Psikolog: Apartemen Jadi Lifestyle Generasi Milenial
Ilustrasi (Agus Wahyudi/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Bagi generasi milenial memilih tempat tinggal tak ubahnya menentukan gaya hidup. Semakin banyaknya anak muda yang memilih menempati apartemen tidak terlepas dari tuntutan zaman. Apartemen dianggap bisa merepesentasikan image mereka di mata orang banyak.

Psikolog Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Sylvia Kurniawati Ngonde menjelaskan, generasi milenial merupakan sosok yang baru saja menata hidup. Mereka ingin mendapat pengakuan, dipandang baik, dipuji lingkungan, dan sangat memperhatikan lifestyle terkini.

"Tinggal di apartemen bisa jadi prestise tersendiri. Padahal sebenarnya, apartemen itu sama seperti rusun hanya berbeda fasilitas," tutur perempuan yang akrab disapa Sylvi itu kepada JawaPos.com, Senin petang (14/8).

Psikolog: Apartemen Jadi Lifestyle Generasi Milenial
Ilustrasi (pixabay.com)

Sayangnya prestige itu tidak benar-benar nyata didapat. Sylvi melihat adanya fenomena, bahwa pengakuan yang diinginkan oleh generasi milenial itu sebatas di media sosial. "Mereka terlihat guyub di dunia maya, tapi tidak di dunia nyata," tambahnya.

Berdasar fenomena itu, maka tidak heran banyak generasi milenial yang individualistis. Semakin terlihat identitas "lo-lo, gue gue,".

Sylvi menilai, tuntutan aktifitas dan pekerjaan yang semakin mobile pada akhirnya bisa membuat generasi milenial membeli apa saja yang mereka inginkan. Mereka menganggap, hasil yang didapat dari bekerja bebas digunakan untuk apa aja. "Termasuk beli apartemen. Itu sudah lifestyle bagi mereka," lanjutnya.

Meskipun tinggal di apartemen, Sylvi menilai bahwa sifat individualis generasi milenial bisa dikikis. Tentu itu harus dibarengi dengan keinginan beberapa pihak. Salah satunya pengelola apartemen yang punya rasa kepedulian.

Dia mencontohkan saat dirinya singgah di apartemen yang ada di Taiwan. Meskipun bersekat, pengelola apartemen di sana menyediakan ruang untuk berkumpul.

"Dua minggu sekali semua penghuni apartemen itu kumpul di basement, dibuatkan acara, di sana mereka saling kenal, bertukar ide, dan nyaman. Nah, hal-hal semacam ini semestinya juga bisa dipikirkan, mungkin pemerintah juga memberikan pengarahan kepada pengembang apartemen untuk menyediakan ruang berkumpul," paparnya.

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up