JawaPos Radar

Jangan Pusing, Cara Mudah Bagi Generasi Milenial Investasi Properti

14/08/2017, 18:09 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Jangan Pusing, Cara Mudah Bagi Generasi Milenial Investasi Properti
Ilustrasi seorang perempuan sedang milihat apartemen (DITE SURENDRA/JAWA POS)
Share this image

JawaPos.com – Generasi milenial yang saat ini berusia antara 20 sampai 30 tahun biasanya memperoleh penghasilan tak jauh dari standar Upah Minimum Regional (UMR). Mulai dari Rp 3,5 juta sampai Rp 4 juta. Jika lebih dari itu, biasanya separuh untuk memenuhi hasrat gaya hidup hedonis. Lalu kapan bisa beli rumahnya?

 

Mungkinkah mereka bisa berinvestasi jangka panjang, khususnya di bidang properti?

Jangan Pusing, Cara Mudah Bagi Generasi Milenial Investasi Properti
Di kota besar seperti Jakarta, banyak apartemen yang ditawarkan. Bisa mencari harga yang miring untuk investasi bersama (AGUS WAHYUDI/JAWA POS)

 

Pakar Perencana Keuangan Universitas Indonesia (UI) Zaafri Husodo memiliki saran bagi para generasi milenial. Menurutnya, jika para mahasiswa atau alumni memilih tinggal di pinggir ibu kota untuk menyewa apartemen bersama-sama, mengapa tak diinvestasikan saja untuk cicilan? 

 

“Sewa apartemen bisa tiga orang patungan. Mengapa tidak beli saja? Investasi dulu saja. Nanti dulu deh kalau pikirkan menikah, karena yang penting punya dulu untuk investasi. Karena properti enggak akan turun harganya,” kata Zaafri kepada JawaPos.com, Senin (14/8).

 

Jika tak sanggup membeli rumah tapak (landed house), Zaafri menyarankan untuk melirik apartemen yang harganya miring atau terjangkau. Selain itu, banyak pula rumah landed house di pinggiran kota yang bisa dijangkau harganya. Tentunya, dengan semangat patungan.

 

“Jangan di pusat kota enggak apa-apa. Kalau berpikirnya, aduh jauh atau repot, enggak apa-apa. Enggak usah ditinggali, tetapi yang penting investasi dulu, punya dulu. Dan belinya dari mulai uang muka dan cicilan dibayar patungan sesuai kesepakatan,” katanya,

 

Nilai investasi properti, kata Zaafri, pasti setiap tahun akan naik. Daripada uang gaji terbuang percuma setiap bulan, jika terasa berat untuk membeli properti tak ada salahnya dibeli dengan semangat bersama.

 

“Jangan hanya semangat sama-sama untuk kontrak. Yuk semangat sama-sama beli properti,” katanya.

 

Menurut Zaafri, pihak perbankan pasti akan menaruh rasa percaya penuh kepada anak muda jika mereka betul-betul bersungguh-sungguh ingin berinvestasi. Asalkan, para generasi milenial itu bisa meyakinkan perbankan saat akad kredit dengan memiliki sumber pendanaan yang jelas.

 

“Jika uangnya sudah cukup memiliki penghasilan tentu bank enggak ada masalah. Yang penting kemampuan kredit pihak pengaju memiliki source of fund yang jelas. Karena itu, jangan hanya semangat kolaborasi bisnis startup, tapi juga semangat kolaborasi investasi properti jangka panjang,” tegasnya.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up