alexametrics

Kredit Properti Diprediksi Tumbuh Tahun Ini

13 Januari 2021, 21:34:42 WIB

JawaPos.com – Pasar properti menjanjikan tahun ini. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) optimistis kredit pemilikan rumah (KPR) lebih ekspansif. Namun, pengamat menyatakan bahwa kinerja properti masih akan sangat menantang pada 2021 ini.

Direktur Consumer and Commercial Lending BTN Hirwandi Gafar menganggap kondisi pasar masih baik. Khususnya, yang berkaitan dengan program subsidi pemerintah. “Target 2021 lebih tinggi dibanding 2020,” katanya Selasa (12/1).

Menurut Hirwandi, BTN punya beberapa strategi untuk mengakselerasi pertumbuhan KPR 2021. Salah satunya, mempercepat proses bisnis. Mulai dari pengajuan hingga persetujuan kredit. Selain itu, juga meningkatkan pelayanan transaksi. Baik secara fisik di kantor maupun secara daring melalui platform digital. Suku bunga pinjaman bank juga terus disesuaikan. Tentu dengan memperhatikan biaya dana, tingkat risiko, dan permintaan pasar.

Plt Dirut PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon Napitupulu menyampaikan bahwa kredit perumahan masih tumbuh 2 persen. Perinciannya, rumah tipe 21, 36, dan 45 kenaikannya masih mencapai 5 persen.

Nixon memproyeksikan laba bersih perseroan akan berada pada level Rp 2,8 triliun. “Juga membidik kredit dan dana pihak ketiga (DPK) agar tumbuh sejalan pada kisaran 7 sampai 9 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Lani Darmawan berharap mampu mempertahankan pertumbuhan KPR 7 persen year-on-year (yoy). Itu sama seperti capaian 2020. Dia masih akan terus memperluas basis kerja sama dengan para developer perumahan. Selain itu, CIMB Niaga juga meluncurkan program referral melalui aplikasi.

Di sisi lain, CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menyatakan bahwa pasar properti 2021 masih tidak stabil. Karena itu, pengembang perlu memperhatikan beberapa hal terkait faktor yang sangat mempengaruhi penjualan ke depan. Antara lain penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), vaksin Covid-19, skenario pemulihan ekonomi Indonesia, dan kondisi ekonomi global ke depan.

“Kondisi pasar masih sangat rentan. Tidak ada yang dapat memperkirakan dengan tepat, kapan properti naik karena ini bukan statistik ekonomi yang dapat diperhitungkan,” terang Ali kepada Jawa Pos Rabu malam (13/1).

Menurut dia, ketika terjadi PSBB, pasar perumahan mengalami penurunan penjualan yang signifikan. Meski pengembang mencoba beradaptasi melalui pemasaran digital, belum tentu mendongkrak transaksi. Mengingat, karakter pasar properti yang tidak semua promosi dan transaksi bisa dilakukan secara daring.

2021, menurut Ali, merupakan periode yang sangat menantang bagi pasar properti nasional. Ketika pandemi mereda, otomatis akan naik secara eksponensial. Sebab, potensi permintaan yang tertunda masih sangat besar.

“Itu baru terlihat paling tidak pada semester 2 tahun ini. Harusnya pasar properti akan lebih baik dengan kenaikan berkisar 10 hingga 15 persen bila tidak ada kejadian luar biasa yang berdampak negatif,” tandasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Agas Putra Hartanto


Close Ads