JawaPos Radar

Pameran Rumah Murah ini Berhasil Raup Transaksi Rp 23,4 Miliar

11/12/2017, 02:35 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Ilustrasi properti
Ilustrasi properti (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pameran perumahan bertajuk Bank NTT-REI Expo 2017 di Atrium Lippo Plaza Kupang telah ditutup, Minggu (10/12). Sedikitnya, 18 developer yang berpartisipasi berhasil menjual 133 unit rumah dengan total transaksi mencapai Rp 23,4 miliar.

Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby menyebutkan, dari 133 unit rumah yang terjual, 10 di antaranya adalah rumah komersil. Sementara, sisanya 123 unit adalah rumah bersubsidi program sejuta rumah.

"Walaupun tidak mencapai target penjualan, namun tujuan inti dari pameran ini tercapai, yakni kami berhasil menginformasikan kepada lebih dari 1.000 masyarakat yang datang ke expo ini. Dan, minimal kami sudah bisa 'merumahkan' 133 keluarga," kata Bobby dikutip Timor Express (Jawa Pos Grup).

Menurutnya, perjuangan DPD REI NTT masih terus berlanjut untuk menyediakan rumah layak bagi masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), bukan hanya di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, namun di seluruh wilayah NTT.

Bobby juga menyinggung niat baik dari Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore yang telah mengusulkan revisi peraturan daerah Kota Kupang tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) ke DPRD. Bobby katakan, jika usulan tersebut disetujui, tentu Kota Kupang akan menjadi contoh bagi daerah lain. Dia sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah terkait hal-hal tersebut. BPHTB saat ini sebesar 5 persen atau Rp 4 juta lebih setiap unit rumah.

Sementara, Kepala Divisi Pemasaran Kredit Bank NTT, Benni Pellu mengakui penjualan rumah pada expo belum mencapai target. Namun, lanjutnya, minat beli masyarakat terhadap perumahan subsidi terus meningkat. Hal ini dilihat dari kredit pemilikan rumah (KPR) di Bank NTT yang meningkat dari tahun ke tahun.

Jika 2016 dengan target 200 unit KPR dan baru direalisasi seluruhnya pada akhir Desember 2016, di 2017 ini meningkat. Dari target 300 KPR atau Rp 42,3 miliar, sudah direalisasi semuanya. Bahkan, pihaknya sedang mengusulkan penambahan kuota sebelum akhir Desember ini.

"Tahun depan KPR kita naik jadi 500 KPR atau Rp 74 miliar. Nanti tanggal 23 Desember ini sudah tanda tangan PKO di Kementerian, sehingga awal tahun depan sudah bisa langsung realisasi. Ini kan subsidi," tambah Benni.

Benni yakin, target tersebut dapat tercapai. Pasalnya, penandatanganan PKO sudah dilakukan lebih awal. Dibanding tahun sebelumnya, KPR baru bisa direalisasi pada April karena keterlambatan PKO. "Sampai bertemu di Bank NTT-REI Expo tahun depan," tegasnya.

(ce1/srs/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up