JawaPos Radar | Iklan Jitu

4 Tahun Jokowi 3,54 Juta Rumah Terbangun, Tipe Ini yang Paling Laris

10 Januari 2019, 07:40:03 WIB
4 Tahun Jokowi 3,54 Juta Rumah Terbangun, Tipe Ini yang Paling Laris
Ilustrasi rumah tipe MBR yang banyak dikembangkan pengembang (DOK.JAWAPOS.COM)
Share this

JawaPos.com - Capaian Program Satu Juta Rumah (PSR) per 31 Desember 2018 mencapai 1.132.621 Unit. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengklaim capaian itu telah melebihi target yang ditetapkan. Dengan capaian itu, program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sejak April 2015 itu kini sudah tembus 3.542.318 unit rumah.

“Pada 2018, untuk pertama kalinya, jumlah pembangunan rumah di Indonesia menembus satu juta unit rumah. Tepatnya 1.132, 621 unit rumah,” kata Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dalam keterangan resmi, Kamis (10/1).

4 Tahun Jokowi 3,54 Juta Rumah Terbangun, Tipe Ini yang Paling Laris
Ilustrasi rumah susun sewa banyak dibangun pemerintah di sejumlah kota besar (DOK.JAWAPOS.COM)

Dari capaian 1.132.621 Unit, terbagi 69 persen atau 785.641 unit merupakan rumah MBR dan 31 persen atau 346.980 unit rumah non MBR. Untuk kategori rumah MBR, kontribuasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan berhasil membangun sebanyak 217,064 unit rumah bagi MBR. Angka ini terdiri dari rumah susun (Rusun) sebanyak 11,655 unit, rumah khusus 4,525 unit, rumah swadaya sejumlah 200.884 unit.

Asal tahu saja, Program Satu Juta Rumah merupakan kolaborasi antara para pemangku kepentingan di bidang perumahan mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Asosiasi Pengembang Perumahan antara lain REI dan Apersi, Perbankan, Perusahaan Swasta melalui kegiatan corporate social responsibility (CSR) dan masyarakat.

Dalam penyediaan hunian, kemampuan pemerintah melalui dana APBN hanya sekitar 20 persen terutama untuk rumah MBR. Kemudian sekitar 30 persen berasal dari subisidi KPR dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Sisanya merupakan rumah yang dibangun oleh masyarakat secara swadaya dan pengembang perumahan secara formal.

Sementara Kontribusi Pemerintah Daerah (Pemda) tercatat 111,821 unit rumah MBR terdiri pembangunan Rusun sebanyak 9.430 unit, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Pembangunan Baru (BSPS PB) sebanyak 6.937 unit, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Peningkatan Kualitas (BSPS PK) sebanyak 95.454 unit.

Sedangkan rumah MBR yang dibangun pengembang ada sebanyak 447.364 unit, CSR 458 unit dan masyarakat sebanyak 8.934 unit. Untuk rumah non-MBR sebanyak 290,656 unit dibangun oleh pengembang dan 56,324 unit dibangun masyarakat.

Adapun pada 2019 ini, Ditjen Penyediaan Perumahan menargetkan pembangunan Rusun sebanyak 6.873 unit, Rumah Swadaya 206.500 unit, Rumah Khusus 2.130 unit dan bantuan Prasarana Sarana Umum bagi 13.000 unit seperti jalan lingkungan, tempat pengolahan sampah dan jaringan air minum.

Editor           : Mohamad Nur Asikin
Reporter      : Uji Sukma Medianti
Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini