alexametrics

70 Persen Milenial Lebih Tertarik Beli Rumah Tapak Ketimbang Apartemen

9 Mei 2021, 04:01:09 WIB

JawaPos.com – Memiliki hunian sendiri masih menjadi target dan impian bagi para generasi milenial. Berdasarkan data portal properti Lamudi, sepanjang kuartal pertama 2021 ternyata 70 persen milenial lebih tertarik untuk membeli rumah daripada apartemen melalui daring. Adapun kisaran umur milenial antara 25 hingga 41 tahun.

Managing Director Lamudi, Mart Polman mengatakan, alasan banyaknya milenial yang tertarik untuk membeli rumah dikarenakan tinggal di rumah tapak dianggap lebih aman daripada apartemen. Selain itu, luas rumah yang lebih besar daripada unit apartemen menjadi salah satu faktor pemicu mengapa mereka lebih tertarik untuk membeli rumah.

“Meski begitu, kami melihat adanya peningkatan permintaan apartemen sebesar lebih dari 140 persen pada awal 2021, dibandingkan dengan awal 2019,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (8/5).

Menurutnya, saat ini sebenarnya merupakan waktu yang tepat untuk membeli properti karena pemerintah telah memberikan berbagai stimulus untuk mendorong minat seseorang untuk membeli hunian. Contohnya seperti adanya pelonggaran Loan to Value (LTV) hingga 100 persen, dengan adanya aturan ini setiap konsumen bisa membeli rumah tanpa down payment (DP). Kemudian ada juga pemberian insentif potongan PPN untuk rumah ready stock dengan harga maksimal Rp 5 miliar.

“Pemerintah saat ini juga telah melarang masyarakat untuk bepergian mudik. Nah, budget yang biasanya digunakan untuk perjalanan pulang kampung bisa dialihkan untuk membeli rumah minimal untuk pembayaran uang DP,” tuturnya.

Disisi lain, dia mengungkapkan pihaknya sendiri saat ini telah resmi menempati kantor baru di Capital Place, Jakarta. Rumah baru ini dapat menampung sekitar 450 orang yang terbagi menjadi tiga lantai, yakni 43, 50, dan 51. Kantor baru tersebut memiliki kapasitas 4 kali lebih besar dari tempat sebelumnya yang berlokasi di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta.

Menurut Mart, alasan pihaknya untuk pindah kantor karena tingginya pertumbuhan tim serta untuk memfasilitasi target perusahaan untuk terus berkembang dan memperkuat posisi Lamudi di industri teknologi properti.

“Ini merupakan langkah strategis sekaligus bentuk keseriusan kami untuk menggarap pasar properti di Indonesia,” ungkap Mart.

Meski 2020 merupakan tahun yang menantang, dia menyampaikan bahwa perusahaan berhasil terus bertumbuh. Kantor baru Lamudi menjadi penanda keyakinan perusahaan akan potensi pertumbuhan di tahun-tahun yang akan datang.

“Tahun 2020 sangat menantang, tapi kami berhasil melaluinya bersama tanpa ada pemutusan hubungan kerja dan justru tim kami bertumbuh sebanyak 50 persen. Pada Mei 2020, kami juga resmi bergabung dengan Emerging Markets Property Group. Dengan dukungan pengalaman, teknologi, serta pendanaan dari mereka, kami yakin dapat tumbuh lebih pesat lagi,” pungkasnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads