JawaPos Radar

Pengembang Mulai Sulap Kawasan Kampus Jadi Bisnis Menggiurkan

08/04/2018, 16:10 WIB | Editor: Mochamad Nur
Pengembang Mulai Sulap Kawasan Kampus Jadi Bisnis Menggiurkan
Ilustrasi pembangunan apartemen kini mulai menyasar kawasan pusat pendidikan dengan target pasar orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya (DOK.MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)
Share this image

JawaPos.com - Periode April hingga Juli dalam setiap tahun, merupakan saat-saat yang sibuk bagi para calon mahasiswa. Pasalnya, direntang waktu tersebut, perguruan tinggi melakukan kegiatan penerimaan mahasiswa baru.

Kawasan Depok, Jawa Barat misalnya, dengan beberapa perguruan tinggi yang ada seperti Universitas Indonesia, Universitas Pancasila, Universitas Gunadarma, IISIP Jakarta dan lain-lain, dalam setiap tahunnya akan kedatangan sekitar 20.000 mahasiswa baru yang datang dari penjuru tanah air.

Selain faktor kedatangan mahasiswa, Depok memang menggiurkan dari sisi industry property. Pesatnya pembangunan infrastruktur di kota Depok menjadi magnet bagi pengembang property untuk membangun kawasan perumahan di kota tersebut. Salah satunya adalah PT Adhi Persada Properti.

Kawasan yang dulunya sepi, dan jauh dari keramaian ibukota, kini berubah drastis. Akses yang mudah untuk menjangkau Ibu Kota Jakarta melalui Commuterline, bus Transjakarta, serta hadirnya tol Cinere – Jagorawi dan Depok – Antasari menjadi nilai tambah kawasan ini.

Direktur Teknik Dan Pengembangan Usaha Adhi Persada Properti Pulung Prahasto mengaku, peluang ini diambil perseroan sebagai ladang bisnis yang menjanjikan. Menurutnya, telah terjadi pergeseran dimana mahasiwa lebih nyaman tinggal di apartemen dibandingkan kost.

Belajar dari pengelaman membangun apartemen kampus yang sudah dilakukan memang saat ini ada pergeseran kebutuhan para mahasiswa. Awalnya Sebenernya ngga cuma dari mahasiswanya tapi kepedulian orang tua menurut kami sebuah potensi baru peluang usaha,” ujarnya di Kawasan Depok, Minggu (8/4).

Pulung menyampaikan, bisnis apartemen di kawasan kampus ibarat seperti menyelam sambil minum air.

“Dengan punya apartemen di kampus kalau dulu mereka ngekost sebagai pengeluaran sekarang jadi investasi. Kalau kita punya anak di kost sekitar kampus tiap bulan keluar biaya dengan beli apartemen juga keluar biaya tapi 4-5 tahun uang yg kita keluarkan sudah meningkat berlipat,” tuturnya.

Namun demikian, Pulung menampik bisnis apartemen kamus sama sekali tidak menggerus bisnis kost. Pasalnya segmentasinya sangat jauh berbeda.

“Untuk kost kosan ada pasarnya sendiri. Sebenarnya apartemen ini tidak mengutak-Atik pasar itu. Sesuatu yang berbeda Sama-sama punya segmen sendiri. Tidak bisa menyaingi untuk berinvestasi terhadap apartemen,” pungkasnya.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up