JawaPos Radar

Berminat Beli Rumah dengan DP Nol Persen, BNI Syaratkan Aturan Ini

01/07/2018, 15:40 WIB | Editor: Mochamad Nur
Berminat Beli Rumah dengan DP Nol Persen, BNI Syaratkan Aturan Ini
Ilustrasi pembangunan rumah (DOK.JAWAPOS.COM)
Share this image

JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) per 1 Agustus 2018 mendatang membebaskan aturan pembayaran down payment (DP) atau uang muka untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) rumah pertama. Besaran DP tersebut diserahkan ke masing-masing perbankan.

Salah satu perbankan plat merah, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) merespons, bahwa terdapat persyaratan tertentu bagi bank dalam memberikan down payment (DP) atau uang muka untuk Kredit 0 persen.

Berminat Beli Rumah dengan DP Nol Persen, BNI Syaratkan Aturan Ini
Ilustrasi pembangunan rumah (DOK.JAWAPOS.COM)

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni menjelaskan, salah satu pertimbangan yang berkaitan dengan pemberian kredit adalah faktor likuiditas pascakenaikan bunga acuan menjadi 5,25 persen oleh Bank Indonesia dan juga profil developer.

"Tentunya ini kita lihat situasinya. Artinya tidak berlaku untuk semua developer, properti, kita lihat juga, Kalau seandainya demand dari propertinya bagus ya kita berani kasih DP 0 persen. Artinya kalau ada apa-apa ya aman,” ujarnya seperti diberitakan, Minggu (1/7).

Selain itu, Baiquni melanjutkan, pemberian kredit nol persen tersebut juga dilihat berdasarkan nasabahnya sendiri. “Lihat risiko profilnya, customernya, developernya, ini pengaruh," imbuhnya.

Meskipun demikian, Baiquni mengaku optimistis dengan kebijakan LTV oleh Bank Indonesia tersebut dapat meningkatkan permintaan properti itu. "Tapi kalau syarat itu untuk rumah pertama rasanya saya berani ya (DP 0 persen)," tuturnya.

Baiquni menambahkan, pihaknya tak terlalu khawatir terhadap rasio kredit bermasalah (NPL) yang akan meningkat. Pasalnya, perseroan selama ini menerapkan strategi tertentu dalam pemberian pembiayaan properti.

Dengan berbagai rencana yang dilakukan BNI tersebut, Baiquni mengaku tetap menargetkan penyaluran kredit antara 13-15 persen sepanjang 2018. Angka ini tidak berubah dari target yang ditetapkan di awal tahun.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up