alexametrics

Mitra Pinasthika Mustika Catat Laba Rp 433 Miliar

31 Maret 2020, 20:45:36 WIB

JawaPos.com – Perusahaan konsumer otomotif dan transportasi PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), mencatat pertumbuhan pendapatan konsolidasi 2019 tumbuh sebesar 6 persen atau senilai Rp 16,8 triliun dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu Rp 15,9 triliun.

Sementara, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 433 miliar yang merupakan laba tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Hal tersebut didorong oleh pertumbuhan laba dari anak perusahaan, penurunan biaya bunga dan penghentian beberapa bisnis yang tidak menguntungkan.

Group Chief Executive Officer MPMX, Suwito Mawarwati mengatakan, pencapaian tahun lalu disebabkan oleh hasil kinerja yang baik dari beberapa anak perusahaan. “Di segmen distribusi, ritel dan aftermarket, MPMulia membukukan pertumbuhan penjualan dan laba yang solid selama periode pelaporan dan terus mempertahankan posisi pangsa pasar yang kuat di wilayah Jawa Timur dan NTT,” ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa (31/3).

Sedangkan untuk MPMParts dan Bidbox.id akan terus berupaya meningkatkan kinerja perusahaan dengan memperkuat kemampuan kompetitifnya dan berfokus pada efisiensi operasional dan produktivitas penjualan.

Menurutnya, lini bisnis yang beragam dan melingkupi hulu hingga hilir yang dimiliki oleh Grup MPM memberikan keuntungan dan kompetensi bagi Perseroan karena setiap segmen bisnis dapat saling melengkapi. “Ke depannya, untuk menjaga momentum ini, kami akan secara konsisten memastikan bahwa cost leadership, peningkatan produktivitas, dan pertumbuhan positif arus kas operasional diimplementasikan secara terus menerus dan berkelanjutan di seluruh lini bisnis perseroan,” tuturnya.

Selain memperkuat lini bisnis yang ada saat ini, lanjutnya, perseroan secara konsisten terus mencari peluang merger dan akuisisi di industri transportasi untuk mengembangkan bisnis secara non organik yang dapat meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham, serta para pemangku kepentingan lainnya.

“Investasi ini harus disertai dengan penilaian yang matang, memperhitungkan proposisi bisnis yang sehat, dan bersinergi dengan platform yang telah ada, dan dengan modal belanja yang ringan,” ucapnya.

Selain itu, perseroan telah membagikan dividen Rp 480 per saham untuk tahun buku 2018 yang merupakan rekor dalam pembagian dividen perseroan. “Perseroan akan terus berupaya memberikan pengembalian yang maksimal kepada pemegang saham berupa pembagian dividen secara konsisten dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri



Close Ads