JawaPos Radar

Melantai di Bursa, Kenaikan Saham MOLI Tembus 50 Persen

30/08/2018, 09:46 WIB | Editor: Mochamad Nur
Melantai di Bursa, Kenaikan Saham MOLI Tembus 50 Persen
Dirut PT Madusari Murni Indah Tbk, Arief Goenadibrata saat memberikan sambutan pada pembukaan perdagangan saham MOLI di BEI, Kamis (30/8). (Romys Binekasri/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Perusahaan Ethanol PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) telah resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) menjadi emiten ke 34 tahun ini.

Dalam debut perdananya, saham MOLI langsung naik 50 persen atau 290 poin menjadi Rp 870 dari harga perdananya Rp 580. Berdasarkan ketentuan BEI, kenaikan harga tersebut telah mencapai di atas rata-rata perdagangan sehingga terkena auto rejection.

Melantai di Bursa, Kenaikan Saham MOLI Tembus 50 Persen
Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia, tepat penyelenggara perdagangan saham PT BEI berkantor (DOK. ISSAK RAMADHAN/JAWAPOS.COM)

Direktur Utama PT Madusari Murni Indah Tbk, Arief Goenadibrata mengungkapkan, perusahaan melepas sebanyak 351 juta saham atau 15,03 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Pada masa penawaran umum yang berlangsung tanggal 27 Agustus 2018, terjadi oversubscribe sebanyak 221,53 kali dari porsi penjatahan terpusat (Pooling) saham yang ditawarkan kepada masyarakat.

Menurutnya, dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya Emisi, akan disalurkan Perseroan untuk 94,45 persen kepada Entitas Anak untuk meningkatkan kapasitas produksi Entitas Anak dengan membangun pabrik serta membeli beberapa mesin baru. Sedangkan sisanya akan disalurkan kepada Entitas Anak untuk pembangunan fasilitas distribusi berupa gudang di daerah Jawa Timur.

“Kami berharap, momentum IPO akan menjadi langkah awal bagi Perseroan dalam meningkatkan kinerja yang lebih baik, serta dengan dicatatkannya saham PT Madusari Murni Indah di BEI, maka manajemen Perseroan akan terus berupaya meningkatkan Tata Kelola Perusahaan (GCG) dengan baik,” ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kamis (30/8).

Sebagai informasi, PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLO) merupakan perusahaan holding yang menaungi PT Molindo Raya Industrial sebagai pabrik Ethanol, PT Molindo Inti Gas sebagai pabrik CO2 dan PT Sumber Kita Indah sebagai perusahaan trading dan distribusi. Perusahaan ini didirikan di Malang pada tahun 1965.

Dalam perkembangan bisnisnya Madusari dikemudian hari mengakuisisi Molindo yang juga merupakan produsen ethanol pesaing saat itu.

Group perusahaan ini kemudian berkembang dan melahirkan PT Molindo Raya Industrial sebagai pabrik produsen ethanol dengan kapasitas produksi 80.000 KL per tahun dan juga PT Molindo Inti Gas sebagai pabrik produksi gas CO2 dengan kapasitas produksi 15.360 ton per tahun.

Untuk memasarkan dan mendistribusikan produk-produknya, PT Madusari Murni Indah kemudian mendirikan PT Sumber Kita Indah sebagai perusahaan trading dan distribusi yang mana telah sukses mendistribusikan produk Molindo Ethanol dan Molindo CO2, dan meraih pengakuan di pasar ekspor Asia Pasifik hingga ke Australia, Eropa dan seluruh penjuru lainnya.

Grup korporasi Molindo saat ini mempunyai market share ethanol sekitar 55 persen dari pasar ethanol nasional.

Untuk menjamin kebutuhan bahan baku yang berasal dari tetes tebu, Molindo telah menjalin hubungan yang sangat baik dan bekerjasama dengan Pabrik Gula di seluruh Indonesia. Tetes tebu atau mollases yang merupakan produk limbah dari proses tebu di pabrik gula diproses oleh Molindo melalui proses fermentasi dan destilasi menjadi ethanol dan gas CO2 serta limbahnya diolah menjadi pupuk.

Dengan proses ini Molindo tidak hanya menjadi perusahaan yang menghasilkan zero waste dalam proses produksinya dan juga mengimplementasikan inisiatif sosial karen atelah mengelola limbah produk etanol menjadi pupuk organik tanaman tebu untuk pemberdayaan petani tebu.

Sebagai bentuk komitmen PT Madusari Murni Indah Tbk. untuk memenuhi kebutuhan etanol, maka PT Madusari Murni Indah juga akan membangun pabrik etanol di Lampung. Di pabrik ini akan menggunakan bahan alternatif jagung selain tetes tebu. Saat ini tidak ada pabrik etanol dengan bahan baku jagung di kawasan Asia Pasifik sehingga nantinya MRI akan menjadi produsen satu-satunya di kawasan Asia Pasifik yang memproduksi etanol dengan bahan baku jagung. Hal ini tentunya akan menambah daya saing MRI di pasar regional sekaligus mendukung program ekspor dari Indonesia.

Pada tanggal 25 Juli 2018, Menteri Perindustrian yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka, Achmad Sigit Dwiwahjono mewakili Menteri Perindustrian menghadiri meresmikan pembangunan Unit Distilasi Etanol PT. Molindo Raya Industrial Lampung Plant sebagai salah satu upaya untuk mendukung program pemerintah untuk mengembangkan industri nasional.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up