alexametrics

PLN Bukukan Laba Bersih Rp 11,6 Triliun Sepanjang 2018

30 Mei 2019, 14:14:11 WIB

 

JawaPos.com – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) membukukan laba bersih besar Rp 11,6 triliun sepanjang 2018. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan yang berhasil dihimpun perseroan pada 2017 yang tercatat sebesar Rp 4,4 triliun.

Sepanjang 2018, PT PLN mencatatkan laba operasional sebesar Rp 35,9 triliun, naik Rp 10,4 triliun dibanding laba operasional tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp 25,5 triliun. Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto mengungkapkan peningkatan kinerja operasi dan keuangan perusahaan ditopang dari pertumbuhan penjualan, efisiensi operasi, serta dukungan Pemerintah melalui Domestik Market Obligation (DMO) Batubara baik harga maupun volume.

“Membaiknya kinerja perusahaan juga ditopang oleh penguatan kurs mata uang rupiah pada akhir tahun dan penurunan harga ICP dibanding dengan triwulan ketiga 2018,” kata Dwi dalam keterangannya, Kamis (30/5).

Dibanding tahun sebelumnya, penjualan tenaga listrik selama 2018 mengalami peningkatan sebesar Rp 16,9 triliun menjadi Rp 263,5 triliun. Kenaikan nilai penjualan ini terutama didukung oleh pertumbuhan penjualan 5,15 persen sehingga volume penjualan listrik tahun 2018 menjadi sebesar 234 Terra Watt hour (TWh).

Angka tersebut, menurut dia, lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun (YoY) sebelumnya sebesar 223 TWh. Kenaikan konsumsi listrik selama tahun 2018 tersebut didominasi oleh pertumbuhan konsumsi listrik oleh pelanggan bisnis dan industri.

“Peningkatan penjualan tersebut sejalan dengan keberhasilan PLN selama tahun 2018 menambah kapasitas pembangkit serta menambah jaringan transmisi sepanjang 5323 kilometer sirkuit (kms) menjadi 53.606 kms dan menambah Gardu Induk sebesar 20.645 MVA menjadi 131.164 MVA,” ungkap Sarwono.

Peningkatan konsumsi kWh ini juga tidak terlepas oleh adanya kenaikan jumlah pelanggan. Sampai dengan akhir tahun 2018, PT PLN telah mencatatkan 71,9 juta pelanggan atau bertambah sekitar 3,8 juta pelanggan dari akhir tahun 2017.

“Bertambahnya jumlah pelanggan ini juga mendorong kenaikan rasio elektrifikasi nasional menjadi 98,3 persen, lebih tinggi dari target sebesar 97,5 persen,” pungkasnya.

PLN melakukan efisiensi pada komponen biaya operasi yang berada dalam kendali perusahaan, sehingga kondisi keuangan tetap terjaga. Sepanjang tahun 2018, PLN berhasil melakukan efisiensi antara lain melalui pengurangan konsumsi BBM, peningkatan efisiensi operasi pembangkit sehingga konsumsi energi per kWh PLTU Batubara dapat ditekan, serta melakukan zonasi untuk menghemat ongkos transportasi batubara.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Igman Ibrahim