alexametrics

Pekan Sibuk Geopolitik Global, Rupiah Punya Kesempatan Kembali Menguat

30 Januari 2019, 09:16:46 WIB

JawaPos.com – Nilai tukar mata uang rupiah menyambut pekan trading baru dengan positif menyusul kembali melemahnya dolar Amerika Serikat. Analis Forex Time Lukman Otunuga mengatakan, keputusan Donald Trump untuk mengakhiri penutupan parsial pemerintah AS, dan memicu minat pelaku pasar uang terhadap mata uang pasar berkembang.

“Rupiah tampak menguat di tengah perkembangan positif ini,” ujarnya Rabu (31/1).

Namun, Lukman mengingatkan, peningkatan pada jangka yang lebih panjang akan dibatasi oleh masalah pertumbuhan global dan ketegangan dagang. “Sentimen pasar masih rapuh dan risiko geopolitik tetap bergejolak, sehingga mata uang pasar berkembang masih rentan mengalami penurunan,” tuturnya.

Pekan Sibuk Geopolitik Global, Rupiah Punya Kesempatan Kembali Menguat
Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dolar AS (DOK.JAWAPOS.COM)

Disisi lain, pekan ini akan sangat menarik karena diisi oleh berbagai jadwal antara lain rapat pertama Federal Reserve tahun ini, negosiasi AS-Tiongkok, voting penting Brexit, pengumuman penghasilan sektor teknologi AS, dan rilis berbagai data ekonomi penting.

Seperti diketahui, AS dan Tiongkok akan kembali bernegosiasi pekan ini guna mengakhiri perang dagang. Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He akan bertemu Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer pada 30 dan 31 Januari.

Walaupun kesepakatan final tentunya tidak akan dirancang pekan ini juga, semua investor berharap rapat ini akan berakhir menggembirakan bagi kedua belah pihak dan diikuti dengan pernyataan yang menandakan kemajuan besar telah tercapai.

Menurutnya, apabila tidak ada pernyataan setelah rapat, perhatikan akun Twitter Trump yang mungkin akan mengungkap hasilnya. Hasil positif akan memangkas salah satu rintangan terbesar yang menghambat selera risiko.

Lukman meramalkan, performa Rupiah dalam beberapa pekan terakhir secara umum positif. Mata uang Indonesia ini menguat 2,26 persen sejak awal tahun terhadap Dolar.

“Para trader teknikal akan terus mengamati bagaimana dolar terhadap Rupiah bereaksi di sekitar 14.000. Penurunan tegas di bawah level ini dapat memicu penurunan lebih lanjut menuju 13.850,” tandasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Romys Binekasri

Pekan Sibuk Geopolitik Global, Rupiah Punya Kesempatan Kembali Menguat