BNI Syariah Bukukan Laba Bersih Rp 306 Miliar di 2017

28/02/2018, 06:19 WIB | Editor: Mochamad Nur
Ilustrasi petugas teller BNI Syariah tengah melayani nasabah (Dok. Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Ekspansi pembiayaan dan peningkatan fee based memberi kontribusi terbesar dalam perolehan laba bersih BNI Syariah sepanjang 2017 yang tercatat sebesar Rp 306,68 miliar. Capaian ini naik 10,6 persen dibanding perolehan laba bersih tahun 2016 yang tercatat sebesar Rp 277,37 miliar.

"Naiknya laba bersih  ditopang oleh ekspansi pembiayaan, peningkatan fee based, dan rasio dana murah yang optimal," uar Plt Dirut BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/2).

Sepanjang 2017, aset BNI Syariah tumbuh 23 persen menjadi Rp 34,82 triliun dari posisi aset 2016 sebesar Rp 28,3 triliun.Dari sisi bisnis, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 23,60 triliun atau naik 15,14 persen sejalan dengan pertumbuhan industri sebesar 15,16 persen.

Komposisi pembiayaan tahun 2017 disumbang oleh segmen konsumer sebesar Rp 12,16 triliun (51,5 persen), diikuti segmen kecil dan menengah sebesar Rp 5,13 triliun (21,7 persen), segmen komersial Rp 4,53 Triliun (19,2 persen), segmen mikro Rp 1,40 triliun (5,9 persen), dan Hasanah Card Rp 371,62 miliar (1,7 persen).

Selain pembiayaan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga mencapai Rp 29,38 triliun atau naik 21,2 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 19,8 persen dengan jumlah nasabah sebesar 2,5 juta. Komposisi Dana Pihak Ketiga tersebut didominasi oleh dana murah (Giro dan Tabungan) yang mencapai 51,60 persen.

Firman mengatakan kepercayaan atas kinerja BNI Syariah telah diwujudkan BNI selaku induk usaha dengan melakukan penambahan modal di tahun 2017 sebesar Rp 1 triliun.
Suntikan modal tersebut bertujuan untuk meningkatkan rasio permodalan BNI Syariah menjadi 20,14 persen, menopang pertumbuhan bisnis pembiayaan serta untuk pengembangan infrastruktur IT termasuk digital banking.

Lebih lanjut Firman menjelaskan bahwa BNI Syariah sebagai Hasanah Banking Partner, berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia, utamnya dari sisi pengelolaan keuangan syariah.

"Kami optimistis berbagai pendekatan digital dan customer engagement yang telah dilakukan akan perluasan customer based perbankan syariah ke depannya," pungkasnya.

(nas/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi