alexametrics

Perkuat Pembiayaan Nasabah, BFI Finance Incar Sektor Pendidikan

27 Juni 2019, 19:57:25 WIB

JawaPos.com – Ketatnya persaingan merebut nasabah mendorong perusahaan pembiayaan terus melakukan inovasi dalam menawarkan produk-produknya. Harapannya bisa menjaring lebih banyak debitor untuk memenuhi target pembiayaan yang telah ditetapkan. Salah satunya dilakukan PT BFI Finance dengan menawarkan produk pembiayaan pendidikan bagi nasabahnya.

“BFI Education adalah salah satu produk terbaru yang dikembangkan untuk meningkatkan pembiayaan dikucurkan perseroan,” ujar Yefta Bramiana, Head of Business Development PT BFI Finance dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (27/6).

Selain mengembangkan pembiayaan untuk mendukung pendidikan, BFI Finance juga mengembangkan pembiayaan untuk tujuan wisata. “Kita siap biaya nasabah bila ingin berwisata dengan cara mencicil,” katanya.

Pilihan pengembangan dua produk terbaru, menurut Yefta, potensi kedua sektor itu sangat besar untuk dikembangkan. Menurutnya, kebutuhan dana pendidikan sangat besar, mulai dari jenjang TK hingga perguruan tinggi. “Peluangnya sangat besar. Apalagi kita tidak membatasi pembiayaan di jalur pendidikan formal saja, tetapi juga informal. Jadi bila nasabah butuh pembiayaan untuk membayar kursus bisa saja dibiayai sepanjang memenuni persyaratan yang ditetapkan,” katanya.

Sepanjang hampir enam bulan diluncurkan, produk BFI Education mulai jadi perhatian nasabah. Meski demikian, Yefta mengakui bila dibanding produk yang telah lama, perkembangan BFI Education masih terbilang kecil. “Tapi melihat potensi dan antusias calon nasabah, kita optimistis produk ini berpotensi tumbuh bagus ke depannya,” katanya.

Dia mencontohkan, sejak diluncurkan awal 2019, pembiayaan pendidikan mulai diminati nasabah. Setidaknya, sudah ada 400 nasabah yang memanfaatkan pembiayaan pendidikan dengan berbagai kebutuhan. “Rata-rata besarnya pembiayaan yang dibutuhkan rata-rata Rp 19 juta dengan jangka waktu pinjaman selama satu tahun,” kata Yefta.

Menurutnya, belum besarnya pembiayaan yang dilakukan karena perusahaan untuk sementara waktu membatasi pemberian pinjaman pada nasabah lama yang telah memiliki track record bagus di perusahaan. “Jadi pembiayaan kita batasi untuk nasabah lama. Kita masih mencari pola yang tepat untuk masuk ke nasabah baru,” katanya.

Soal Rasio kredit macet di pembiayaan, Yefta menyebut sangat kecil. “Perusahaan memang belum ekspansif. Pembiayaan masih terbatas pada nasabah lama yang punya catatan cukup bagus. Jadi NPL memang sangat kecil,” pungkasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin



Close Ads