alexametrics

Dilema Kebijakan Perang Dagang Trump, Dorong Rupiah Berkibar Di 13.900

26 Februari 2019, 11:29:25 WIB

JawaPos.com – Nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) kembali berkibar berkat angin segar dari kebijakan Presiden AS Donald Trump. Mengutip yahoofinance, pagi ini Rupiah kembali menguat hingga ke level 13.985.

Analis Forex Time Lukman Otunuga menyebut, rupiah memasuki pekan perdagangan baru dengan positif karena optimisme mengenai negosiasi dagang AS-Tiongkok meningkatkan selera terhadap mata uang pasar berkembang.  

“Amerika Serikat setuju untuk memperpanjang tenggat 1 Maret untuk tarif Tiongkok, sehingga ketegangan dagang tampaknya akan melonggar di jangka pendek. Aset pasar berkembang diuntungkan oleh selera yang membaik ini, termasuk Rupiah,” ujarnya Senin (26/2).

Perhatian investor tertuju pada rilis data pertumbuhan kredit Indonesia yang dapat memberi gambaran tentang perubahan total kredit dan sewa sepanjang bulan Januari. 

“Walaupun data pertumbuhan kredit memengaruhi Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan, namun faktor eksternal seperti perkembangan dagang dan masalah pertumbuhan global tetap memegang peran penting dalam valuasi Rupiah pekan ini,” tuturnya.

Lukman juga mengatakan, hal yang terdengar tidak mungkin beberapa bulan lalu, sekarang tampak mungkin terjadi. Hari Minggu lalu, Presiden Trump mengumumkan akan menunda kenaikan tarif AS terhadap Tiongkok yang dijadwalkan untuk diberlakukan mulai 1 Maret. 

Ia mengatakan bahwa ada kemajuan signifikan dalam negosiasi dagang dengan Tiongkok dalam berbagai isu penting seperti perlindungan hak kekayaan intelektual, transfer teknologi, agrikultur, jasa, dan mata uang. 

Apabila negosiasi terus bergerak ke arah yang menggembirakan, Presiden Trump berencana bertemu pihak Tiongkok di resornya, Mar-a-Lago, untuk mencapai kesepakatan.

Ketegangan dagang ini merugikan bagi kedua pihak dan juga dunia, terutama karena terjadi di saat siklus ekonomi mendekati puncaknya. Tiongkok ingin menghindari perlambatan ekonomi, sedangkan Presiden Trump ingin memenuhi salah satu janji kampanye untuk mengatasi defisit perdagangan. 

“Untuk mendukung upayanya agar terpilih kembali, Trump harus menghindari memperlambat ekonomi AS sehingga perlu mengumumkan kesepakatan walaupun mungkin tidak sempurna,” kata dia.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : Romys Binekasri



Close Ads
Dilema Kebijakan Perang Dagang Trump, Dorong Rupiah Berkibar Di 13.900