alexametrics

50 Perusahaan Digital dengan Valuasi USD 31,3 M Potensial Masuk Bursa

Butuh Sistem Baru Fasilitasi 'New Economy'
25 Mei 2022, 23:11:52 WIB

JawaPos.com – Industri digital yang masuk pasar bursa saham bakal bertambah. Karena itu, pemangku kebijakan akan mengembangkan sistem baru di bursa guna memfasilitasi perusahaan yang masuk dalam klasifikasi sektor ekonomi baru alias new economy tersebut.

Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 1A Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Luthfi Zain Fuady menyatakan, new economy merupakan potensi yang harus dirambah pascapandemi. Sebab, peran perusahaan tersebut makin penting, baik secara nasional maupun global.

“Banyak perusahaan start-up yang sudah mendapatkan pendanaan. Tentu kami harus memberikan kesempatan untuk investor tanah air turut membangun investasi tersebut,” ujarnya dalam media briefing di Surabaya Senin (23/5).

Pihaknya sudah memetakan 50 perusahaan new economy yang masuk ke tahap unicorn atau centaurs. Total valuasinya mencapai USD 31,3 miliar. Sudah ada 17 perusahaan di antaranya yang berminat melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Terkait dengan demand, Luthfi menuturkan bahwa pertumbuhan jumlah investor bursa saham sangat menjanjikan. Selama 2021, ada 7,4 juta investor. Naik 92 persen jika dibandingkan pada 2020. Dalam empat tahun terakhir, pertumbuhan populasi investor di pasar modal berkisar di angka 40–50 persen.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Penilaian Perusahaan PT BEI I Gede Nyoman Yetna menjelaskan bahwa emiten new economy punya karakteristik berbeda dengan perusahaan konvensional. Biasanya, aset perusahaan dapat dinilai dengan pasti. Mulai gedung, pabrik, hingga alat produksi.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (bil/c14/dio)

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads