alexametrics

Pedes, Ekonom ini Sebut Cara Himbara Cari Duit Kuno

25 Mei 2021, 05:26:13 WIB

JawaPos.com – Kebijakan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mengenakan biaya transaksi cek saldo dan tarik tunai di ATM Link per 1 Juni mendatang menuai tanggapan. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Media Wahyudi Askar menilai, itu keputusan bisnis semata. Berusaha mencari untung di tengah krisis akibat persebaran SARS-CoV-2.

“Hemat saya ini adalah cara kuno,” ucap Media saat dihubungi Jawa Pos, kemarin (24/5).

Menurut dia, masih banyak opsi lain untuk menghindar dari krisis perbankan. Ketimbang membebani biaya administrasi kepada konsumen atau nasabah.

Namun, pada prinsipnya, setiap pilihan yang diambil jangan sampai meningkatkan kerentanan masyarakat berpenghasilan rendah. Sebab, kelompok tersebut mendominasi pengguna ATM.

Melalui jaringan yang tersebar hingga ke daerah terpencil, banyak masyarakat kecil yang sangat bergantung dari ATM Link. Pengenaan biaya tambahan tentu saja akan merugikan masyarakat. Sekaligus berpotensi mengurangi aktivitas perbankan yang justru saat ini harus terus didorong.

Di sisi lain, kebijakan tersebut memiliki dampak berbeda sesuai dengan profil konsumen di setiap wilayah. Seperti di perkotaan, masyarakatnya tentu memiliki literasi terkait keuangan dan teknologi yang baik. Sehingga, diperkirakan akan jumlah transaksi secara online akan meningkat.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Agas Putra Hartanto

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads